Bursa Saham Asia-Pasifik Bergerak Beragam, Menyusul Gejolak di Wall Street AS

Simak gerak bursa saham Asia-Pasifik hari ini Jumat 13 Maret 2026.

Diterbitkan 20 Maret 2026, 08:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar bursa saham Asia-Pasifik mengalami penurunan pada hari Jumat menyusul perdagangan yang bergejolak di Wall Street Amerika Serikat (AS) karena investor menjual aset mulai dari obligasi pemerintah hingga saham dan logam di tengah gejolak perang Iran.

Dikutip dari CNBC, Jumat (20/3/2026), indeks saham S&P/ASX 200 Australia turun 0,27% pada perdagangan awal saham di kawasan Asia Pasifik. Indeks saham Hang Seng Hong Kong berada di 25.312, lebih rendah dari penutupan terakhir indeks di 25.500,58.

Indeks saham Kospi Korea Selatan yang berisi saham-saham unggulan menjadi pengecualian, naik hampir 1% sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil naik 0,94%.

Pasar saham di Jepang tutup karena hari libur nasional. 

Teheran menyerang pabrik gas terbesar dunia di Qatar, menyebabkan kerusakan pada pasokan energi selama beberapa tahun ke depan, sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars.

CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, mengatakan serangan Iran telah menghilangkan 17% kapasitas ekspor LNG negara itu selama tiga hingga lima tahun.

Serangan balasan terhadap infrastruktur minyak dan gas utama di seluruh Timur Tengah menyebabkan harga energi melonjak.

Harga gas alam AS  terakhir terlihat naik 1,5%, diperdagangkan pada USD 3,112 per juta British thermal units. Harga bensin Nymex RBOB bulan depan untuk pengiriman bulan April, naik hampir 1% menjadi USD 3,13 dan mencapai level tertinggi dalam hampir empat tahun.

 

 

Harga Minyak Dunia

Patokan harga minyak global Brent naik 1,18% dan ditutup pada USD 108,65 per barel pada hari Kamis, setelah sebelumnya melewati USD 119 di awal sesi. Sedangkan harga minyak mentah AS  jenis West Texas Intermediate (WTI)  turun 0,19% menjadi $96,14.

Dampak perang regional terhadap pasar juga meluas ke logam mulia, dengan harga emas dan perak masing-masing turun sekitar 5% dan 10% sebelum akhirnya pulih.

Sebagai upaya untuk meredakan kekhawatiran, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia tidak akan mengerahkan pasukan darat, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Israel akan menahan diri dari mengulangi serangan terhadap fasilitas energi Iran.

Negara-negara yang bersekutu dengan AS, termasuk Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, dan Jepang mengeluarkan pernyataan bersama yang menyatakan kesiapan kami untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz.

Bursa Saham AS

Di AS, kontrak berjangka yang terkait dengan indeks 30 saham naik 111 poin, atau 0,2%. Indeks saham S&P 500 naik sekitar 0,3%, dan indeks saham Nasdaq-100  bertambah 0,2%, setelah Wall Street jatuh semalam.

Indeks saham Dow Jones Industrial Average turun 0,44% menjadi 46.021,43 poin. Indeks saham S&P 500 turun 0,27% dan mengakhiri sesi perdagangan di 6.606,49 poin, sementara  Nasdaq Composite  merosot 0,28% menjadi 22.090,69 poin.

Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) mempertahankan suku bunga tidak berubah pada awal pekan ini, di mana Ketua The Fed Jerome Power memperingatkan bahwa prospek ekonomi tetap tidak pasti karena permusuhan terus berlanjut di Timur Tengah.