Anak Usaha BREN Gandeng SLB Kembangkan Proyek Panas Bumi Sekincau

Presiden Direktur BREN Hendra Tan menuturkan, Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global.

Diterbitkan 23 Februari 2026, 20:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan teknologi energi global SLB dan Star Energy Geothermal, anak usaha Barito Renewables (BREN) mengumumkan penandatanganan perjanjian dan kerangka kerja kolaborasi pada Senin, (23/2/2026). Hal ini untuk mendukung proyek pengembangan panas bumi serta penerapan teknologi di masa depan di Indoensia dan luar negeri.

Kolaborasi itu mencakup desain dan perencanaan pengembangan  lapangan pada proyek pengembangan panas bumi Sekincau di Indonesia, serta kerangka kerja kolaborasi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan merencanakan peluang panas bumi di masa depan termasuk di kawasan Amerika Utara, serta menyediakan layanan pengeboran terintegrasi penuh untuk tahap pengembangan proyek Sekincau.

Star Energy Geothermal merupakan pengembang dan operator panas bumi di Indonesia, dengan pengalaman mendalam dalam pengembangan dan operasional sumber daya panas bumi. Perjanjian ini menandai fase baru dalam hubungan antara SLB dan Star Energy Geothermal, yang dibangun di atas kolaborasi teknologi sebelumnya dan bergerak menuju perencanaan serta pelaksanaan di tingkat proyek, di mana teknologi, keahlian teknis, dan kapabilitas eksekusi SLB diterapkan untuk meningkatkan kinerja di seluruh siklus hidup proyek.

“Indonesia memiliki potensi untuk membentuk masa depan energi panas bumi secara global, dan kami melihat peran kami sebagai upaya mengubah potensi tersebut menjadi dampak nyata,” ujar Presiden Direktur PT Barito Renewables Energy Tbk sekaligus Group CEO Star Energy Geothermal, Hendra Tan, dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin,23 Februari 2026.

 

Menandai Langkah Tegas Bangun Keahliaan

Kolaborasi ini menandai langkah tegas dalam membangun keahlian yang berakar di Indonesia dan dapat diperluas ke tingkat internasional. Dengan menggabungkan kapabilitas operasional Star Energy Geothermal yang telah teruji dengan kekuatan global SLB dalam aspek subsurface dan eksekusi, kami memposisikan panas bumi tidak hanya sebagai pilar transisi energi Indonesia, tetapi juga sebagai solusi yang dapat diterapkan secara global untuk mempercepat penurunan emisi, meningkatkan ketahanan energi, serta menciptakan nilai berkelanjutan lintas benua.”

Berdasarkan perjanjian dan kerangka kolaborasi tersebut, SLB bertujuan untuk meningkatkan efisiensi pengembangan, mengurangi risiko subsurface dan risiko eksekusi, serta mendukung realisasi proyek panas bumi yang layak secara teknis maupun komersial. Kapabilitas ini menjadi kunci dalam meningkatkan skala panas bumi sebagai sumber energi andal dan berdaya pasok stabil.

"Teknologi canggih, keahlian teknis yang mendalam, serta kinerja operasional yang disiplin melalui integrasi di seluruh siklus hidup proyek merupakan hal yang esensial untuk meningkatkan skala proyek panas bumi,” ujar Managing Director Indonesia, SLB, Nurzhan Ongaltayev.

“Perjanjian dan peluang kolaborasi baru ini menghadirkan keahlian konsultasi subsurface SLB serta pengalaman eksekusi global untuk mendukung pengembangan panas bumi bersama operator berpengalaman, mulai dari pelaksanaan proyek di Indonesia hingga evaluasi peluang di luar negeri.”

Poin-poin Utama

• Perjanjian yang berada di kawasan Asia ini menandai fase baru dalam hubungan SLB–Star Energy Geothermal, yang bergerak menuju perencanaan dan pelaksanaan di tingkat proyek di Sekincau, Indonesia .

• SLB akan menerapkan keahlian subsurface, perencanaan terintegrasi, serta layanan pengeboran sumur untuk mendukung pengembangan panas bumi.

• Kolaborasi ini mencakup kerangka kerja untuk mengevaluasi peluang panas bumi di masa depan, termasuk di Amerika Utara