Saham Amman Mineral Hari Ini 20 Februari 2026 Ditutup Menguat 2,93%

Berikut pergerakan harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) pada perdagangan saham Jumat, (20/2/2026).

Diterbitkan 20 Februari 2026, 16:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (20/2/2026). Kenaikan harga saham AMMN terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melemah tipis.

Mengutip data RTI, harga saham AMMN ditutup naik 2,93% ke posisi Rp 7.900 per saham. Harga saham AMMN dibuka bertambah 25 poin ke posisi Rp 7.700 per saham. Saham AMMN berada di level tertinggi Rp 7.975 dan level terendah Rp 7.625 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.391 kali dengan volume perdagangan saham 597.365 saham. Nilai transaksi harian Rp 445 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham AMMN naik 1,61% dalam lima hari terakhir. Sepanjang 2025, harga saham AMMN menguat 9,34%.

Sementara itu, IHSG turun tipis 0,03% ke posisi 8.271,76. Indeks saham LQ45 menguat tipis 0,12%. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada perdagangan saham Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.328,42 dan level terendah 8.236,75. Sebanyak 381 saham melemah sehingga bebani IHSG. 267 saham menguat dan 171 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.904.465 kali dengan volume perdagangan saham 45,7 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 20,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.875.

Mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham consumer nonsiklikal susut 1,53%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham transportasi melemah 1,06% dan sektor saham energi terpangkas 1,02%. Selain itu, sektor saham basic susut 0,22%, sektor saham kesehatan melemah 0,32%, sektor saham properti turun 0,7% dan sektor saham teknologi berada di zona merah.

Sementara itu, sektor saham industri naik 0,50%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,22%, sektor saham keuangan menanjak 0,54% dan sektor saham infrastruktur bertambah 0,92%.

Transaksi Saham AMMN Sentuh Rp 4,6 Triliun di Pasar Negosiasi

Sebelumnya, transaksi harian saham signifikan pada perdagangan saham Senin, (8/12/2025). Hal itu seiring lonjakan transaksi saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) di pasar negosiasi. Selain itu, harga saham AMMN melonjak di pasar negosiasi.

Mengutip data RTI, transaksi harian saham AMMN mencapai Rp 4,6 triliun di pasar negosiasi. Harga saham AMMN ditutup naik 18,90 persen ke posisi Rp 7.669 per saham dengan frekuensi perdagangan satu kali. Volume perdagangan saham 6 juta saham. Harga saham AMMN tercatat di level tertinggi dan terendah Rp 7.699 per saham di pasar negosiasi.

Sementara itu, di pasar regular, harga saham AMMN merosot 2,7% ke posisi Rp 6.300 per saham. Harga saham AMMN dibuka stagnan di posisi Rp 6.475 per saham. Saham AMMN berada di level tertinggi Rp 6.500 dan level terendah Rp 6.275 per saham. Total frekuensi perdagangan 9.431 kali dengan volume perdagangan saham 6.337.254 saham. Nilai transaksi Rp 4,8 triliun.

Di sisi lain, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat rekor tertinggi baru pada perdagangan Senin, 8 Desember 2025.

IHSG hari ini ditutup melompat 0,90% ke posisi 8.710,69. Indeks saham LQ45 bertambah 0,92% ke posisi 855,07. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menuturkan, IHSG menyentuh all time high (ATH) didukung oleh berbagai sentimen di berbagai emiten.

Di dalam negeri, Nico menuturkan, prospek ekonomi domestik tetap stabil, tetapi berhati-hati, dengan momentum jangka pendek bergantung terhadap dukungan fiskal untuk menangani kerusakan parah akibat bencana alam di wilayah Sumatera, yang terburuk dalam lebih dari satu dekade.

"Di sisi lain, para pelaku pasar menantikan rilis survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bulan November 2025, dan penjualan ritel Oktober 2025 dalam beberapa hari ke depan,” ujar dia dikutip dari Antara.

 

Sentimen IHSG

Dari mancanegara, pelaku pasar memusatkan perhatiannya terhadap pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada 9-10 Desember 2025 pekan ini untuk mencermati arah kebijakan moneter The Fed.

Menurut CME FedWatch, ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga acuan The Fed menguat dengan peluang penurunan 86,2 persen. Dot plot terbaru akan menjadi perhatian utama karena menjadi dasar investor membaca arah suku bunga dan likuiditas global.

Di sisi lain, pelaku pasar bersikap waspada menjelang rilis data ekonomi penting dari mitra dagang utama yaitu China, termasuk data perdagangan Desember 2025 serta Consumer Price Index (CPI) dan Producer Price Index (PPI) pada pekan ini.

"Pelaku pasar juga semakin gelisah menjelang kemungkinan pertemuan Politburo dan Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan di China, karena mereka mencari panduan terkait arah kebijakan tahun 2026," ujar Nico.