Bursa Saham Asia Pasifik Lesu Gara-Gara Ulah Donald Trump

Intip gerak bursa saham Asia Pasifik dan penutupan Wall Street Amerika Serikat (AS) hari ini 20 Januari 2026.

Diterbitkan 20 Januari 2026, 08:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia-Pasifik bergerak lesu karena investor mempertimbangkan ancaman tarif Amerika Serikat (AS) yang diperbarui terkait dengan Greenland yang telah memicu kekhawatiran akan semakin besarnya keretakan antara Washington dan negara-negara Eropa.

Dikutip dari CNBC, Selasa (20/1/2026), indeks saham Nikkei 225 Jepang turun 0,7%. Sementara indeks saham Topix turun 0,52%. 

Investor mengamati dengan saksama perkembangan di pasar Jepang setelah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengatakan pada hari Senin bahwa ia berencana untuk membubarkan parlemen dan mengadakan pemilihan umum sela pada tanggal 8 Februari.

Di Korea Selatan, indeks saham Kospi turun 0,41%, sementara indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil tetap stabil. Indeks saham S&P/ASX 200 Australia  turun 0,46%.

Sementara itu, indeks saham berjangka Hang Seng Hong Kong berada di angka 26.640, lebih tinggi dari penutupan terakhir HSI di 26.563,9.

Negara-negara Eropa dilaporkan sedang membahas tarif balasan dan langkah-langkah ekonomi hukuman yang lebih luas sebagai tanggapan terhadap ancaman tarif baru dari Presiden AS Donald Trump, yang semakin memperketat hubungan terkait Greenland.

Pada hari Sabtu, Trump mengumumkan bahwa ekspor dari delapan negara Eropa akan dimulai pada 10% pada 1 Februari dan meningkat menjadi 25% pada 1 Juni jika pembicaraan gagal untuk mengamankan kendali AS atas Greenland, wilayah kaya mineral, sebuah pulau semi-otonom di bawah Denmark.

Kontrak berjangka saham AS mengindikasikan sesi yang suram di Wall Street karena Trump mengintensifkan retorikanya tentang Greenland. 

Rekomendasi Saham Hari Ini 20 Januari 2026: GZCO, INET, JPFA, SMRA, BRPT

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa (20/1/2026). IHSG hari ini akan menguji 9.123-9.151. Bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG naik 0,64% ke posisi 9.133 dan masih didominasi oleh volume beli meski cenderung menurun pada perdagangan Senin, 19 Januari 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG saat ini diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (v) dari wave [iii], area penguatan di 9.123-9.151.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance di 9.000-9.200. “Potensi koreksi mulai terbuka,” demikian seperti dikutip.

Rekomendasi SahamUntuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT), dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), PT Japfa Comfeed Tbk (JPFA), dan PT Summarecon Agung Tbk (SMRA).

Rekomendasi TeknikalBerikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) - Buy on Weakness

Saham GZCO menguat 6,25% ke 272 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi GZCO saat ini berada pada bagian dari wave (B),” kata Herditya.

Buy on Weakness: 264-268

Target Price: 280, 296

Stoploss: below 262

2. PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) - Spec Buy

Saham INET menguat 10,58% ke 575 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Saat ini kami perkirakan, posisi INET berada pada bagian dari wave (B) dari wave [B],” kata dia.

Spec Buy: 545-565

Target Price: 620, 660

Stoploss: below 540

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) - Buy on Weakness

Saham JPFA menguat 2,96% ke 2,780 namun disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi JPFA sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave 5,” tutur dia.

Buy on Weakness: 2.670-2.720

Target Price: 2.840, 3.030

Stoploss: below 2.570

4. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) - Buy on Weakness

Saham SMRA terkoreksi 1,95% ke 402 dan masih didominasi oleh tekanan jual meskipun cenderung mengecil. “Kami perkirakan, posisi SMRA saat ini berada pada bagian dari wave ii dari wave (iii),” ujar dia.

Buy on Weakness: 390-402

Target Price: 416, 442

Stoploss: below 380

 

DisclaimerSetiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.