Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik dibuka menguat pada perdagangan saham Senin, (12/1/2026). Kenaikan bursa saham Asia Pasifik ini mengikuti wall street pekan lalu setelah laporan pekerjaan AS menunjukkan lebih sedikit lapangan kerja yang tercipta pada Desember daripada yang diperkirakan meski tingkat pengangguran turun. Ini menandakan ketahanan di pasar tenaga kerja.
Mengutip CNBC, investor akan mengawasi harga minyak karena Iran memasuki minggu ketiga aksi demonstrasi yang telah menewaskan lebih dari 500 orang, berdasarkan kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Amerika Serikat (AS).
Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi intervensi di Iran, berdasarkan sejumlah laporan pada Minggu ini.
Advertisement
Harga minyak Brent naik 0,84% menjadi USD 63,87 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,83% menjadi USD 59,62 pada pukul 7:25 pagi waktu Singapura.
Di sisi lain, indeks ASX 200 di Australia bertambah 0,71%. Indeks Kospi di Korea Selatan menanjak 0,83%. Indeks Kosdaq menguat 0,4%.
Sementara itu, indeks Hang Seng di Hong Kong dibuka menguat dengan kontrak berjangka diperdagangkan di posisi 26.408 dibandingkan penutupan sebelumnya di 26.231,79.
Bursa saham Jepang libur pada awal pekan ini. Pada Minggu, mitra koalisi Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Hirofumi Yoshimura, mengatakan bahwa ia mungkin akan mengadakan pemilihan umum dini. Komentarnya muncul setelah media domestik melaporkan bahwa Takaichi sedang mempertimbangkan pemilihan umum mendadak pada Februari, mengutip sumber pemerintah.
Yen Jepang melemah tajam pada Senin, mencapai titik terendah satu tahun di posisi 158,19 terhadap dolar AS.
Kontrak berjangka saham AS mendatar pada awal jam perdagangan di Asia, menjelang serangkaian data ekonomi dan laporan keuangan.
Pada Jumat pekan lalu di wall street, indeks S&P 500 menguat 0,65% menjadi 6.966,28, rekor penutupan baru. Indeks S&P 500 juga mencatatkan rekor tertinggi intraday baru dalam sesi itu.
Indeks Nasdaq menguat 0,81% menjadi 23.671,35. Indeks Dow Jones bertambah 237,96 poin atau 0,48% ke posisi 49.504,07, dan juga mencetak rekor penutupan baru.
Wall Street Melesat, Indeks S&P 500 Sentuh Rekor
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4216934/original/094233100_1667793288-Wall-Street-3.jpg)
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melesat pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026. Kenaikan wall street terjadi setelah indeks S&P 500 menguat ke level tertinggi baru jelang akhir pekan ini, dan mencatat kenaikan mingguan menyusul rilis laporan pekerjaan terbaru.
Mengutip CNBC, Sabtu (10/1/2026), indeks S&P 500 menguat 0,65% menjadi 6.966,28. Indeks acuan tersebut mencatat rekor baru dan rekor tertinggi intraday dalam sesi perdagangan.
Selain itu, indeks Nasdaq melesat 0,81% menjadi 23.671,35. Indeks Dow Jones melambung 237,96 poin atau 0,48% ke posisi 49.504,07, juga mencatat rekor penutupan baru.
Tiga indeks acuan di wall street mencatat kinerja mingguan yang positif. Indeks S&P 500 menguat lebih dari 1%. Indeks Dow Jones bertambah 2,3% dan inedks Nasdaq terbang 1,9%.
Di sisi lain, laporan pekerjaan Desember menunjukkan peningkatan jumlah pekerjaan di sektor nonpertanian sebesar 50.000 pada bulan lalu, lebih rendah dari perkiraan 73.000 yang diprediksi ekonom yang disurvei Dow Jones.
Advertisement
Data Ekonomi AS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512415/original/039668300_1626406622-wall_street_1patrick-weissenberger-uJhgEXPqSPk-unsplash__1_.jpg)
Data tersebut meskipun sedikit lebih lemah dari yang diharapkan menunjukkan perekonomian AS yang masih berjalan lambat dengan investor mengantisipasi pertumbuhan meningkat. Tingkat pengangguran sedikit turun menjadi 4,4%, sedangkan ekonom prediksi 4,5%. Pelaku pasar juga menilai hal itu sebagai tanda kalau perbaikan ekonomi akan segera terjadi.
Mempertimbangkan data penggajian terbaru bersamaan dengan laporan JOLTS dan ADP yang dirilis pekan ini, Anthony Saglimbene dari Ameriprise Financial percaya konsensus seputar latar belakang ketenagakerjaan AS adalah kondisi itu telah "melunak” tetapi juga tetap stabil. “Hal ini mencerminkan lingkungan perekrutan rendah, pemecatan rendah,” ia menambahkan.
Ia menambahkan, risiko yang mungkin terjadi adalah penurunan lapangan kerja yang sedikit lebih besar dari yang diperkirakan. “Saya pikir itu mungkin akan membuat investor khawatir. Kita melewati minggu ini dengan angka-angka yang sebagian besar sesuai dengan perkiraan,yang menurut saya merupakan hal positif,” ia menambahkan.
Saham Pengembang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3512417/original/039985100_1626406790-wall_street__2_16_juli_robb-miller-oEGDKf4ZtNg-unsplash.jpg)
Laporan Desember adalah bulan pertama data pekerjaan yang tidak terpengaruh oleh penutupan pemerintah AS yang memecahkan rekor. Penghentian pemerintahan sementara atau shutdown tersebut menimbulkan tantangan pengumpulan data bagi Biro Statistik Tenaga Kerja terkait Oktober dan November: Badan tersebut mengatakan laporan pekerjaan Oktober lengkap tidak akan dirilis, dan laporan November ditunda.
“Laporan penggajian non-pertanian ini adalah laporan pertama dalam beberapa bulan yang datanya bersih,” kata Saglimbene.
“Melihat angka-angka ini, menunjukkan bahwa The Fed mungkin tidak perlu memotong suku bunga pada Januari, dan mungkin mereka juga tidak perlu memotong suku bunga pada Maret.”
Saham perusahaan pengembang perumahan mendukung pasar secara keseluruhan pada hari Jumat setelah Presiden Donald Trump mengarahkan "perwakilan" untuk membeli obligasi hipotek sebagai cara untuk menurunkan suku bunga bagi pembeli rumah. D.R. Horton melonjak hampir 8%, sementara PulteGroup naik lebih dari 7%. Lennar naik lebih dari 8%. Saham perusahaan perbaikan rumah seperti Home Depot juga naik.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5458366/original/038352700_1767077924-IMG_20251230_123004_818.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329801/original/040098200_1787296595-HOAX__3_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046087/original/088905900_1581323845-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344539/original/028876300_1788949127-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_15.29.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343987/original/026376000_1788929980-toraja_2.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343928/original/029365100_1788925942-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_09.14.10.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3566690/original/055374600_1631185686-20210909-PPKM-IHSG-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3146516/original/009220300_1591597610-20200608-Pagi-Ini-IHSG-Menguat--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3046084/original/091856600_1581323843-20200210-Pasar-Saham-di-Asia-Turun-Imbas-Wabah-Virus-Corona-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4883223/original/030233500_1720093649-20240704-IHSG-ANG_5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4112074/original/097506200_1659528504-IHSG_Ditutup_Menguat-Angga-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4274409/original/021986200_1672159993-8f557a33-f781-40cd-8613-36073eb01c65.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3074970/original/030084900_1584006690-20200312-Wall-Street-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347064/original/005463600_1789268964-banner.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354392/original/068395000_1758248186-063_1134817584.jpg)