Wall Street Rebound, Dow Jones Melonjak 500 Poin Terdongkrak Sinyal The Fed

Wall Street rebound usai pekan penuh tekanan, dipimpin saham sensitif suku bunga dan ekspektasi pelonggaran kebijakan.

Diterbitkan 22 November 2025, 08:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup cerah pada perdagangan Jumat. Indeks acuan Dow Jones Industrial Average mencatat rebound. Kenaikan Wall Street ini terjadi setelah Presiden Federal Reserve (Fed) New York, John Williams, memberi sinyal bahwa bank sentral berpotensi kembali memangkas suku bunga tahun ini.

Mengutip CNBC, Sabtu (22/11/2025), indeks Dow Jones melonjak 493,15 poin atau 1,08% dan menutup sesi di level 46.245,41. Sementara itu, Nasdaq Composite naik 0,88% ke posisi 22.273,08, dan S&P 500 menguat 0,98% menjadi 6.602,99.

Dalam pidatonya di Santiago, Chile, Williams mengatakan, kebijakan moneter yang dijalankan Fed saat ini masih sedikit ketat, meski tidak seketat sebelumnya.

"Karena itu, saya masih melihat ruang untuk penyesuaian lebih lanjut dalam waktu dekat terhadap target suku bunga agar mendekati level netral, sehingga menjaga keseimbangan antara dua target utama kami," kata dia. 

Komentar dari pejabat penting The Fed tersebut langsung dibaca investor sebagai sinyal kuat bahwa suku bunga acuan bisa kembali dipangkas pada pertemuan Desember mendatang. Hal ini mendorong pelaku pasar meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk ketiga kalinya sepanjang 2025.

Berdasarkan CME FedWatch, kemungkinan pemangkasan 25 basis poin kini mencapai lebih dari 70%, melesat dari perkiraan kurang dari 40% sehari sebelumnya.

 

Saham Pendorong Wall Street

Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga menjadi penopang rebound pasar. Saham Home Depot, Starbucks, dan McDonald’s memimpin penguatan seiring harapan bahwa kebijakan moneter yang lebih longgar dapat mendorong konsumsi dan menopang valuasi saham teknologi yang sudah tinggi.

“Kami pikir pemangkasan suku bunga seharusnya dilakukan,” kata CEO Infrastructure Capital Advisors Jay Hatfield, kepada CNBC.

“Namun keputusannya akan sangat bergantung pada laporan ketenagakerjaan berikutnya. Angkanya harus cukup lemah untuk meyakinkan pasar," tambah dia. 

Rebound ini terjadi setelah Wall Street mencatat pembalikan tajam sehari sebelumnya. Pada Kamis, Dow sempat melonjak lebih dari 700 poin berkat laporan kinerja Nvidia yang memukau. Namun reli tersebut tak bertahan lama.

Kekhawatiran bahwa The Fed akan menahan suku bunga pada Desember membuat pasar berbalik turun tajam. Saham Nvidia sendiri berakhir merosot lebih dari 3%.

 

Hitungan Sepekan

Meski pasar menguat pada Jumat, ketiga indeks utama Wall Street tetap menutup pekan dengan pelemahan signifikan. Baik S&P 500 maupun Dow turun sekitar 2% secara mingguan, sementara Nasdaq merosot 2,7%.

Menanggapi tekanan yang terjadi belakangan ini, Hatfield menilai bahwa koreksi pasar merupakan “penyesuaian valuasi musiman setelah musim laporan keuangan,” seraya menambahkan bahwa “bagian pasar yang bergelembung sedang dihantam habis-habisan.”

Bitcoin juga termasuk yang terpukul. Aset kripto terbesar itu turun lebih dari 2% pada Jumat dan mencatat penurunan hampir 11% sepanjang pekan.

Bitcoin kini jatuh ke level terendah sejak April, seiring investor mengurangi selera risiko di tengah ketidakpastian pasar.

“Pertanyaan sebenarnya adalah, ‘Di level berapa pasar akan mencapai titik terendahnya?’” ujar Hatfield.