PIMSF Pulogadung Kuasai 45,45 Persen Saham Geoprima Solusi (GPSO)

PT PIMSF Pulogadung kini resmi menguasai 45,45 persen saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO).

Diterbitkan 13 November 2025, 14:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT PIMSF Pulogadung kini resmi menguasai 45,45 persen saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO), setelah menyelesaikan tahapan pengambilalihan sesuai surat tertanggal 17 Oktober 2025.

Selain itu, PIMSF juga berencana melanjutkan proses Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) atas 363.707.303 saham atau sekitar 54,55 persen saham GPSO.

Dalam surat yang disampaikan Direktur Utama PIMSF, Adi Sulaiman, disebutkan bahwa perusahaan siap melaksanakan MTO dengan harga penawaran Rp436 per saham, dengan total nilai maksimal Rp158,58 miliar. 

"PIMSF memiliki dana yang cukup dan sanggup untuk melaksanakan kewajibannya untuk melakukan pembayaran penuh kepada pemegang saham yang berhak sehubungan dengan Penawaran Tender Wajib," kata Adi, dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (13/11/2025).

Berdasarkan jadwal indikatif, pelaksanaan MTO GPSO berlangsung mulai 11 November hingga 11 Desember 2025. Proses penyelesaian transaksi dijadwalkan pada 13 November sampai 15 Desember 2025, sementara laporan hasil pelaksanaan MTO direncanakan rampung pada 18 Desember 2025.

Adi menambahkan, langkah PIMSF terhadap Geoprima Solusi tidak berhenti setelah proses MTO selesai. Menurutnya, perusahaan akan membangun sinergi dengan Geoprima Solusi untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat posisi bisnis kedua entitas di sektor industri nasional.

“Kolaborasi antara PIMSF dan Geoprima Solusi membuka peluang untuk menawarkan lebih banyak item dan menjangkau lebih banyak sektor. Ini adalah solusi menang-menang bagi pelanggan dan perusahaan,” tutur Adi.

Adi juga menyampaikan bahwa PIMSF memiliki valuasi aset sekitar Rp 200 miliar dan omzet tahunan rata-rata sebesar Rp 150 miliar, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia, peningkatan fasilitas industri, dan ekspansi pasar.

 

PIMSF Siap Ambil Alih GPSO, Bidik 45,45% Saham Pengendali

Sebelumnya, PT Geoprima Solusi Tbk. (GPSO), emiten yang bergerak di bidang perdagangan besar mesin dan peralatan, mengumumkan kabar mengejutkan di pasar modal. PT PIMSF, yang merupakan bagian dari Tjokro Group resmi mengumumkan rencana untuk mengambil alih saham pengendali GPSO.

Pengumuman rencana akuisisi ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Dewan Direksi GPSO pada Jumat, 10 Oktober 2025.

Dalam surat pengumuman yang disampaikan, PT PIMSF berencana mengakuisisi saham GPSO yang dimiliki oleh Karnadi Margaka, pemegang saham pengendali saat ini.

Secara spesifik, rencana pengambilalihan ini menyasar kepemilikan saham yang mencapai kurang lebih 45,45% dari total modal disetor dan ditempatkan dalam GPSO. Setelah transaksi jual beli saham rampung, PT PIMSF akan otomatis menjadi pengendali baru dari GPSO.

Direktur PT PIMSF, Adi Sulaiman menyatakan,  tujuan dari aksi korporasi ini adalah untuk investasi dan mendukung rencana pengembangan serta ekspansi bisnis dari Tjokro Group dan afiliasinya.

PT PIMSF menegaskan saat ini dan Calon Penjual (Karnadi Margaka) sedang dalam proses finalisasi perjanjian jual beli saham yang diperkirakan akan ditandatangani dalam waktu dekat.

Gelar Tender Offer

Sesuai dengan regulasi yang berlaku di pasar modal, PT PIMSF juga memastikan setelah resmi menjadi pengendali baru GPSO, mereka akan melaksanakan penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer) kepada seluruh pemegang saham publik GPSO. Hal ini dilakukan sesuai dengan Peraturan OJK No. 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka.

Informasi Rencana Pengambilalihan ini sudah diumumkan melalui situs web Bursa Efek Indonesia, menunjukkan keseriusan Tjokro Group untuk segera menuntaskan transaksi ini.

Aksi akuisisi ini diprediksi akan membawa angin segar dan potensi perubahan signifikan bagi kinerja GPSO ke depannya, mengingat status Tjokro Group sebagai grup bisnis yang ingin melakukan pengembangan dan ekspansi.