IHSG Hari Ini 12 November 2025 Menghijau, Sektor Saham Infrastruktur Pimpin Penguatan

Berikut laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu, (12/11/2025).

Diterbitkan 12 November 2025, 10:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada perdagangan saham Rabu, (12/11/2025). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah bursa saham Asia Pasifik yang bervariasi dan sektor saham infrastruktur naik signifikan.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 25,77 poin ke posisi 8.392,28. Indeks saham LQ45 bertambah 0,45% ke posisi 846. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 8.399,86 dan level terendah 8.377,49. Sebanyak 268 saham menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 259 saham melemah dan 178 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 829.106 kali dengan volume perdagangan 16,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 6,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.702.

Sektor saham bervariasi. Sektor saham infrastruktur menguat 1,64%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal menguat 1,43%, sektor saham transportasi mendaki 0,67%.

Selain itu, sektor saham energi menanjak 0,13%, sektor saham teknologi melesat 0,66%. Sementara itu, sektor saham basic melemah 0,36%, sektor saham industri tergelincir 0,21%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,17%. Lalu sektor saham kesehatan merosot 0,53%, sektor saham properti merosot 0,48%.

Gerak Saham

Harga saham GZCO naik 6,08% ke posisi Rp 314 per saham. Saham GZCO dibuka naik enam poin ke posisi Rp 302 per saham. Harga saham GZCO berada di level tertinggi Rp 334 dan terendah Rp 302 per saham. Total frekuensi perdagangan 29.369 kali dengan volume perdagangan 3.769.427 saham. Nilai transaksi Rp 120 miliar.

Harga saham TINS merosot 2,13% ke posisi Rp 920 per saham. Saham TINS dibuka naik lima poin ke posisi Rp 945 per saham. Harga saham TINS berada di level tertinggi Rp 945 dan terendah Rp 915 per saham. Total frekuensi perdagangan 4.153 kali dengan volume perdagangan 307.423 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 28,5 miliar.

 

Gerak Saham Lainnya

Harga saham TINS merosto 7,62% ke posisi Rp 2.790 per saham. Harga saham TINS dibuka naik 30 poin ke posisi Rp 3.050 per saham. Saham TINS berada di level tertinggi Rp 3.050 dan terendah Rp 2.750 per saham. Total frekuensi perdagangan 16.083 saham dan volume perdagangan 660.501 saham. Nilai transaksi Rp 188,4 miliar.

Harga saham PIPA merosot 0,64% ke posisi Rp 310 per saham. Saham PIPA dibuka naik enam poin ke posisi Rp 318 per saham. Harga saham PIPA berada di level tertinggi Rp 320 dan terendah Rp 308 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.303 kali dengan volume perdagangan 230.803 saham. Nilai transaksi Rp 7,2 miliar.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham UANG naik 24,85%
  • Saham MORA naik 22,77%
  • Saham GSMF naik 18,95%
  • Saham PJHB naik 18,12%
  • Saham PTMP naik 17,44%

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham KOBX merosot 14,88%
  • Saham DART merosot 12,73%
  • Saham INTA merosot 10%
  • Saham MEJA merosot 9,85%
  • Saham AEGS merosot 9,78%

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BUMI tercatat 115.383 kali
  • Saham PJHB tercatat 56.541 kali
  • Saham DEWA tercatat 33.341 kali
  • Saham GZCO tercatat 30.037 kali
  • Saham JARR tercatat 23.394 kali

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BUMI senilai Rp 1,5 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 387,3 miliar
  • Saham DEWA senilai Rp 315,6 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 249 miliar
  • Saham TINS senilai Rp 207,5 miliar

Penutupan IHSG pada 11 November 2025

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Rabu (12/11/2025). Peluang kenaikan IHSG hari ini seiring pergerakan bursa saham Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan catatan BNI Sekuritas, IHSG melemah 0,29% disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing Rp 639 miliar. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh investor asing antara lain saham BBCA, BBRI, ANTM, ADRO dan AMRT.

“IHSG berpotensi mencoba menguat kembali pada hari ini seiring dengan pergerakan bursa Amerika Serikat,” ujar Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman dalam catatannya.

Ia mengatakan, IHSG akan bergerak di level support 8.320-8.350 dan level resistance 8.380-8.450.

Sementara itu, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Tasrul Tanar menuturkan, momentum mulai menipis, tetapi tren naik IHSG belum usai. Ia mengatakan, selama IHSG mampu bertahan di atas 8.266 (critical level), tren naik masih valid dengan peluang menuju area 8.450-8.500.

“Namun, lonjakan volume di kisaran atas memberi sinyal potensi koreksi teknikal ke area 8.300–8.320 sebelum melanjutkan penguatan lanjutan,” kata dia.

 

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, Fanny memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Sentul City Tbk (BKSL),PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), dan PT Timah Tbk (TINS).

Trading Idea hari ini: ADRO, BKSL, BUVA, TOBA, RATU, TINS

  • ADRO Buy on Weakness dengan area beli di 1920-1950, cutloss di bawah 1900. Target dekat di 1980-2000.
  • BKSL Spec Buy dengan area beli di 123-126, cutloss di bawah 121. Target dekat di 130-131.
  • BUVA Spec Buy dengan area beli di 885-905, cutloss di bawah 880. Target dekat di 930-980.
  • TOBA Spec Buy dengan area beli di 880, cutloss di bawah 845. Target dekat di 940-965.
  • RATU Spec Buy dengan area beli di 9150-9300, cutloss di bawah 9100. Target dekat di 9400-9600.
  • TINS Spec Buy dengan area beli di 3020, cutloss di bawah 3000. Target dekat di 3060-3110.