Harga Saham BBCA Melesat 5,4% pada Sesi Pertama, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp 1.023 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba bersih fantastis dan siap buyback saham dengan nilai triliunan rupiah.

Diterbitkan 21 Oktober 2025, 13:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham Selasa, (21/10/2025). Kenaikan harga saham BBCA terjadi usai merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2025 dan umumkan buyback saham.

Mengutip data RTI, harga saham BBCA hari ini pada sesi pertama naik 5,4% ke posisi Rp 8.300 per saham. Saham BBCA dibuka bertambah 225 poin ke posisi Rp 8.100 per saham. Harga saham BBCA berada di level tertinggi Rp 8.375 dan level terendah Rp 8.100 per saham. Total frekuensi perdagangan 65.141 kali dengan volume perdagangan 3.003.733 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 2,5 triliun. Kapitalisasi pasar saham BBCA sentuh Rp 1.023,18 triliun.

Kenaikan harga saham BBCA terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat signifikan. Pada sesi pertama, IHSG bertambah 1,09% ke posisi 8.176,92. Indeks LQ45 bertambah 1,62% ke posisi 809,19. Sebagian besar sektor saham menghijau.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 8.205,45 dan level terendah 8.161,19. Sebanyak 405 saham melesat sehingga angkat IHSG. 251 saham melemah dan 155 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 1.325.463 kali dengan volume perdagangan 19,6 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 11,9 triliun.

Dalam riset PT MNC Sekuritas, saham BBCA termasuk salah satu saham yang dapat menjadi pertimbangan hari ini. Berikut rekomendasi teknikalnya.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Buy on Weakness

Saham BBCA menguat 5% ke 7.875 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatan BBCA pun menimbulkan gap namun masih tertahan oleh MA60. “Kami memperkirakan, posisi BBCA saat ini berada pada awal dari wave A,” tutur Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana.

Buy on Weakness: 7.625-7.850

Target Price: 8.100, 8.300

Stoploss: below 7.500

Kinerja Keuangan BCA

Sebelumnya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) bersama entitas anak membukukan pertumbuhan kredit sebesar 7,6% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 944 triliun hingga akhir September 2025.

Kinerja ini ditopang oleh ekspansi kredit yang tetap berkualitas serta likuiditas yang terjaga. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,0% YoY, dengan CASA menjadi sumber pendanaan utama. Sepanjang sembilan bulan pertama 2025, laba bersih BCA dan entitas anak naik 5,7% YoY menjadi Rp 43,4 triliun.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk, Hendra Lembong, mengatakan terjaganya penyaluran kredit di berbagai sektor mencerminkan komitmen BCA dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia menambahkan, pelaksanaan BCA Expo 2025 yang diperpanjang hingga 31 Oktober menjadi salah satu upaya mendorong pembiayaan sekaligus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

Kredit korporasi tercatat menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 10,4% YoY menjadi Rp 436,9 triliun per September 2025. Kredit komersial naik 5,7% YoY menjadi Rp 142,9 triliun, sedangkan kredit UKM tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp 129,3 triliun.

Untuk kredit konsumer, pertumbuhannya sebesar 3,3% YoY menjadi Rp223,6 triliun, dipicu oleh peningkatan KPR 6,4% YoY menjadi Rp 138,8 triliun. Pinjaman konsumer lain, terutama kartu kredit, tumbuh 6,9% YoY ke Rp 23,5 triliun.

 

Kualitas Pembiayaan BCA Terjaga

CASA masih menjadi pilar utama pendanaan dengan porsi 83,8% dari total DPK dan tumbuh 9,1% YoY menjadi Rp 999 triliun. Peningkatan ini sejalan dengan frekuensi transaksi BCA yang melonjak 78% dalam tiga tahun terakhir.

Kualitas pembiayaan BCA tetap terjaga dengan rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,5% pada kuartal III 2025, lebih baik dibanding 6,1% pada periode yang sama tahun lalu. Non-performing loan (NPL) terkendali di angka 2,1%. Cadangan untuk NPL dan LAR masing-masing berada di tingkat 166,6% dan 69,5%.

Kredit yang disalurkan ke sektor berkelanjutan meningkat 12,7% YoY mencapai Rp241 triliun atau 25,5% dari total portofolio pembiayaan.

Penerapan nilai-nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) juga diwujudkan melalui pengelolaan sampah berkelanjutan di BCA Expo 2025 dengan menghadirkan Mesin Daur Ulang Bakti BCA, Waste Educator, dan Waste Station. Inisiatif tersebut diperkirakan mampu menekan potensi emisi karbon hingga 18,1 ton CO2.