ASII Fokus ke Bisnis Inti, Layanan Kesehatan dan Infrastruktur Jadi Andalan

PT Astra International Tbk (ASII) menegaskan seluruh tujuh lini bisnis yang dimiliki perseroan merupakan sektor inti yang akan terus dioptimalkan.

Diterbitkan 24 September 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta PT Astra International Tbk (ASII) menegaskan seluruh tujuh lini bisnis yang dimiliki perseroan merupakan sektor inti yang akan terus dioptimalkan. Perseroan juga menyoroti sektor layanan kesehatan dan infrastruktur sebagai area dengan potensi pertumbuhan kuat ke depan.

Head of Corporate Investor Relations Astra International, Tira Ardianti, mengatakan ketujuh portofolio bisnis utama meliputi otomotif dan mobilitas, jasa keuangan, alat berat dan pertambangan, agribisnis, infrastruktur, teknologi informasi, serta properti.

“Tujuh core portfolio ini akan terus kami optimalisasikan, baik melalui pengembangan internal maupun melalui investasi-investasi yang berhubungan dengan bisnis-bisnis inti tersebut. Semuanya inti, tujuh lini bisnis kami, kami tidak membedakan antara inti dan non-inti,” ujarnya dalam acara Astra Media Day, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan, Astra juga mulai mengembangkan area yang berdekatan dengan bisnis inti, termasuk investasi di sektor layanan kesehatan, telemedicine, rumah sakit, asuransi kesehatan, hingga peralatan medis. 

Selain itu, sektor infrastruktur dinilai memiliki prospek cerah, dengan delapan konsesi jalan tol sepanjang 396 kilometer dan laba bersih lebih dari Rp 1 triliun pada tahun sebelumnya.

“Kami melihat bahwa sektor layanan kesehatan dan infrastruktur ini punya potensi pertumbuhan yang sangat baik ke depannya. Infrastruktur itu penting untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan layanan kesehatan kami yakini akan menjadi sektor yang terus berkembang,” jelas Tira.

 

Pertumbuhan Ekonomi

Astra menegaskan strategi ini merupakan bagian dari upaya jangka panjang perusahaan untuk memperkuat posisinya di berbagai sektor yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebelumnya, ASII melalui, United Tractors, terus memperluas diversifikasi bisnis di sektor mineral non-batubara. Direktur Astra, Frans Kesuma, menyampaikan perseroan kini telah memiliki portofolio di dua komoditas utama, yakni emas dan nikel.

“United Tractors berfokus pada mineral dan kita juga sama-sama paham saat ini ada 2 mineral yaitu emas dan nikel. Di mana emas itu ada 2 perusahaan juga dan nikel juga mengakuisisi 2 perusahaan, yang pertama 20%, yang kedua 90%,” ujar Frans dalam konferensi pers, Rabu (27/8/2025).

Ia menambahkan, langkah ke depan perseroan tidak hanya berhenti pada dua komoditas tersebut. United Tractors tengah menjajaki peluang masuk ke mineral lain, khususnya tembaga yang kerap dikaitkan dengan emas.