Penerbitan Surat Utang Korporasi Naik, Kebutuhan Refinancing jadi Pendorong

Aktivitas penerbitan surat utang korporasi di pasar domestik menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang Semester I-2025.

Diterbitkan 15 Juli 2025, 18:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Aktivitas penerbitan surat utang korporasi di pasar domestik menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang Semester I-2025. Berdasarkan data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), total penerbitan surat utang korporasi mencapai Rp90,9 triliun atau tumbuh 48,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar Rp61,29 triliun.

Kepala Divisi Riset Ekonomi Pefindo, Suhindarto, menjelaskan pertumbuhan tersebut banyak didorong oleh meningkatnya kebutuhan refinancing perusahaan, di tengah tren jatuh tempo surat utang yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

“Dari sisi refinancing sendiri kami menyoroti terjadi kenaikan dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu karena memang ini sesuai dengan tren jatuh tempo di tahun ini yang menjadi paling tinggi sepanjang sejarah surat utang korporasi di kisaran 161 triliun,” ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (15/7/2025).

Data Pefindo mencatat, penerbitan dengan tujuan refinancing pada semester I-2025 mencapai Rp31,49 triliun. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar Rp15,21 triliun. 

Selain refinancing, kebutuhan modal kerja juga menjadi pendorong besar penerbitan, yang nilainya meningkat dari Rp38,61 triliun menjadi Rp56,26 triliun.

 

 

Obligasi dan Sukuk Masih jadi Andalan

Secara instrumen, obligasi dan sukuk masih menjadi andalan, dengan total penerbitan mencapai Rp90,3 triliun atau naik 50,25 persen secara tahunan. Sementara instrumen lainnya seperti medium term notes (MTN) dan sekuritisasi justru menurun. 

MTN hanya menyumbang Rp0,4 triliun, turun dari Rp0,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Efek utang sekuritisasi pun hanya mencapai Rp0,2 triliun, turun 60 persen dari sebelumnya Rp0,5 triliun.

“Secara keseluruhan kita bisa melihat bahwa total penerbitan surat utang korporasi di semester satu tahun 2025 ini telah mencapai 90,9 triliun. Atau kalau dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya ini tumbuh sekitar 48,31 persen karena di semester satu 2024 lalu penerbitannya hanya sampai di angka 61,29 triliun,” kata Suhindarto.

 

Sektor Pulp and Paper jadi Penyumbang Terbesar

Sektor pulp and paper menjadi penyumbang terbesar penerbitan surat utang sepanjang semester I-2025 dengan nilai mencapai Rp20 triliun, disusul sektor multifinance sebesar Rp17,8 triliun dan sektor perbankan sebesar Rp15,5 triliun. Selain itu, sektor pertambangan juga tercatat aktif menerbitkan surat utang dengan total Rp11,9 triliun.

Pefindo juga mencatat bahwa sebanyak 83,8 persen dari total surat utang korporasi yang diterbitkan selama periode tersebut mendapatkan pemeringkatan dari pihaknya, baik secara single rating maupun dual rating.