Keluarga Widjaja Borong 97% Saham, Sinarmas Land Bakal Delisting dari Bursa Efek Singapura

Lyon Investments mengumumkan telah memperoleh penerimaan sah 1,14 miliar atau 26,85% saham Sinarmas Land pada 26 Mei 2025. Kini Lyon kuasasi 97,14% saham Sinarmas Land.

Diperbarui 30 Mei 2025, 18:31 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Lyon Investments milik keluarga Widjaja, yang masuk jajaran orang terkaya di Indonesia telah melampaui ambang batas atas penerimaan 905 dalam penawarannya untuk Sinarmas Land yang tercatat di bursa saham Singapura.

Mengutip the Business Times, ditulis Jumat (30/5/2025), hal ini memicu hak akuisisi wajib atas semua saham dari pemegang saham yang belum menerima penawaran, sehingga membuka jalan bagi penghapusan pencatatan saham pengembang properti yang tercatat di papan utama di Bursa Efek Singapura.

Pada pengajuan Senin, 26 Mei, Lyons Investments mengumumkan telah memperoleh penerimaan yang sah untuk 1,14 miliar saham atau 26,85% dari total basis saham Sinarmas Land.

Penawar dan pihak-pihak yang terlibat memiliki sekitar 2,99 miliar saham atau 70,3% dari perusahaan, sebelum rilis penawaran.

Ini berarti Lyon Investments kini menguasai 97,14% saham Sinarmas Land. Pihak yang mengajukan penawaran mengatakan, pihaknya bermaksud untuk melaksanakan hak akuisisi wajibnya pada harga penawaran yang direvisi dan menghapus perusahaan dari daftar pencatatan.

Pengumuman tersebut muncul setelah entitas investasi itu menyatakan pada 18 Mei kalau harga penawarannya sebesar 0,375 dolar Singapura per saham sudah final, menyusul kenaikan sebesar 21% sebesar 0,065 dolar Singapura dari penawaran awal.

Pada 5 Mei, Securities Investors Association (Singapore) yang juga dikenal sebagai Sias, mengkritik penawaran aral sebesar 0,31 dolar Singapura per saham sebagai “eksploitarif”. Sias mengatakan, pihaknya memiliki kekhawatiran tentang cara penilaian aset perusahaan yang tidak terdaftar.

Pada 16 Mei, Sinarmas merilis surat yang berisi antara lain pendapat penasihat keuangan independent W Capital Markets yang menilai ketentuan keuangan dari harga penawaran yang direvisi adalah “adil dan wajar”

 

Keluarga Widjaja Dongkrak Harga Pembelian Saham Sinarmas Land, Segini Nilainya

Sebelumnya, Lyon Investments yang dikendalikan oleh keluarga Widjaja menaikkan harga penawaran untuk Sinarmas Land sebesar 21 persen. Kenaikan penawaran itu di tengah kritik dari pemegang saham minoritas saat penawaran awal untuk mengambil alih perusahaan itu terlalu rendah.

Mengutip Forbes, Selasa (13/5/2025), penawaran terbaru yang diumumkan pada Sabtu, 10 Mei menilai Sinarmas Land yang memiliki beberapa gedung perkantoran utama di Jakarta termasuk Sinarmas MSIG Tower sekitar 1,6 miliar dolar Singapura (USD 1,2 miliar). Jumlah itu setara Rp 20,36 triliun (kurs dolar Singapura terhadap rupiah di kisaran 12.729).

Sinarmas Land menyebutkan, Lyon Investment menaikkan harga penawaran menjadi 0,375 dolar Singapura dari harga penawaran awal 0,31 dolar Singapura yang dibuat pada akhir Maret. Tanggal penutupan penawaran juga diperpanjang hingga 29 Mei.

Adapun sebelum harga penawaran yang dinaikkan, Lyon Investments telah menerima penerimaan yang sah setara dengan hampir 24% dari saham Sinarmas Land yang beredar, sehingga total kepemilikan menjadi sekitar 94%. Lyon Investments menaikkan harga penawaran setelah kritik dari Securities Investors Association (Singapura) yang mewakili pemegang saham minoritas.

“Banyak pemegang saham yang menyatakan ketidakpuasan atas tawaran tunai sukarela tanpa syarat yang baru-baru ini diberikan kepada Sinarmas Land yang secara luas dianggap sebagai harga yang terlalu rendah dan karenanya eksploitatif,” ujar Presiden SIAS, David Gerald, dalam sebuah pernyataan pada 5 Mei.

Gerald menuturkan, Sinarmas Land memiliki nilai aset bersih sebesar 0,85 dolar Singapura per saham per Desember 2024. Hal ini berarti penawaran awal Lyon Investments dengan diskosn 64%.

Sinarmas Land Bakal Delisting di Bursa Efek Singapura

Setelah transaksi selesai, Lyon Investments milik keluarga Widjaja berencana menghapus Sinarmas Land dari Bursa Efek Singapura. Sebagai salah satu perusahaan real estate terbesar di Indonesia, Sinarmas Land mengembangkan Plaza Thamrin yang terdiri dari 95.648 meter persegi ruang kantor premium di tiga gedung di Jakarta.

Di luar Indonesia, keluarga ini juga memiliki properti di Australia, China, Malaysia, Singapura dan Inggris. Keluarga Widjaja menduduki posisi ke-4 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes pada Desember 2024.

Nilai kekayaan bersih keluarga Widjaja  sebesar USD 18, 9 miliar atau sekitar Rp 314,26 triliun. Selain real estate, grup Sinar Mas memiliki usaha di sektor pertambangan, pabrik kertas, jasa keuangan, telekomunikasi dan agribisnis.