Pramono Hadiri World Cities Summit 2026 di Singapura

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri World Cities Summit 2026 di Singapura untuk memperkuat kerja sama internasional.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur DKI Pramono Anung hadiri World Cities Summit 2026 di Singapura.
  • Ia mewakili Jakarta dan berperan sebagai Vice Chair C40 Cities Asia Timur, Tenggara, Oseania.
  • Jakarta mencari solusi perkotaan, perkuat kerja sama, dan tarik investasi hijau.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sedang berada di Singapura untuk menghadiri rangkaian World Cities Summit (WCS) 2026 yang akan berlangsung hingga 16 Juni 2026.

"Dalam agenda tersebut, Gubernur Pramono mengemban dua mandat, yakni mewakili Jakarta sebagai ibu kota dan menjalankan perannya sebagai Vice Chair C40 Cities untuk kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania," demikian keterangan resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, dikutip Senin (15/6/2026).

Adapun rangkaian kunjungan ke Singapura diawali dengan C40 Mayoral Convening yang mempertemukan para pemimpin kota dari berbagai negara.

Sejak ditetapkan oleh C40 Cities sebagai Vice Chair kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, dan Oseania pada April 2026, forum ini menjadi pertemuan perdana yang dihadiri Gubernur Pramono dalam kapasitas tersebut bersama para pemimpin kota dunia.

"Bagi Jakarta, keikutsertaan dalam World Cities Summit 2026 menjadi kesempatan untuk mencari berbagai solusi atas tantangan perkotaan guna mewujudkan kota yang lebih nyaman, ramah lingkungan, dan berdaya saing," jelasnya.

 

Momentum bagi Jakarta Perkuat Kerja Sama

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut, forum World Cities Summit juga menjadi momentum bagi Jakarta untuk memperkuat kerja sama dengan berbagai mitra internasional.

Selain itu, Pramono menilai lewat forum ini peluang investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah juga terbuka.

"Jakarta terbuka terhadap investasi pembiayaan hijau dan kemitraan pemerintah dengan swasta untuk mendukung upaya pendinginan perkotaan. Namun, upaya tersebut juga memerlukan dukungan dari sistem keuangan global," jelas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6