Trump: Hamas Akan Dilucuti Senjatanya, Pasukan Israel Ditarik dari Gaza

Trump belum mengungkap kapan proses tersebut akan dimulai maupun batas waktu pelaksanaannya.

Diterbitkan 31 Juli 2026, 08:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Washington, DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (30/7/2026) mengklaim telah tercapai kesepakatan untuk melucuti seluruh persenjataan Hamas dan kelompok-kelompok bersenjata lainnya di Gaza. 

Trump menyebut kesepakatan itu sebagai langkah bersejarah menuju perdamaian dan keamanan. Menurutnya, kesepakatan tersebut akan dijalankan secara bertahap.

"Kesepakatan ini akan dilaksanakan melalui tahapan-tahapan yang disusun dengan cermat. Setelah proses pelucutan senjata selesai, pasukan Israel akan ditarik. Pasukan Stabilisasi Internasional bersama kepolisian Palestina yang baru akan mengambil alih tanggung jawab untuk menjaga keamanan Gaza bagi penduduknya dan negara-negara tetangga," tulis Trump melalui akun Truth Social miliknya.

Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai tonggak penting dalam pelaksanaan rencana 20 poin yang disusunnya untuk Gaza. Trump menambahkan, Gaza nantinya akan dikelola oleh pemerintahan baru Palestina yang akan bekerja sama erat dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk membantu rakyat Palestina.

Trump juga berterima kasih kepada Mesir, Qatar, dan Turki atas upaya mediasi yang mereka lakukan. Menurutnya, kerja ketiga negara tersebut bersama tim pemerintahannya telah membantu mewujudkan terobosan bersejarah ini.

"Setahun lalu, perang dahsyat masih berkecamuk, krisis kemanusiaan terjadi, dan para sandera ditahan dalam kondisi yang kejam. Kita telah mencatat kemajuan bersejarah, tetapi masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," kata Trump.

Genosida Israel di Gaza, yang dimulai setelah serangan lintas batas oleh kelompok Palestina yang dipimpin Hamas pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 73.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 174.000 lainnya. Sebagian besar korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Perang menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur Gaza.

Gencatan senjata yang disepakati melalui rencana 20 poin Trump untuk Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober 2025. Pelaksanaannya seharusnya diawasi oleh Dewan Perdamaian yang diketuai Trump.

Faktanya, kesepakatan itu belum sepenuhnya menghentikan serangan. Israel masih melancarkan serangan setiap hari di berbagai wilayah Gaza, yang telah menewaskan 1.214 warga Palestina dan melukai 3.977 lainnya.Â