IMDE dan Ngee Ann Polytechnic Perkuat Kolaborasi Pendidikan Berorientasi Global

Kemitraan kedua perguruan tinggi membuka peluang pertukaran akademik, riset bersama, dan kolaborasi industri kreatif lintas negara.

Diterbitkan 25 Juni 2026, 23:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Institut Media Digital Emtek (IMDE) menjalin kerja sama dengan Ngee Ann Polytechnic, Singapura, untuk memperkuat pendidikan tinggi yang berorientasi global sekaligus menyiapkan lulusan yang lebih siap menghadapi kebutuhan industri kreatif dan digital.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto, Ed.D., dan Principal & CEO Ngee Ann Polytechnic Prof. Lim Kok Kiang di kampus IMDE, Rabu (24/6/2026).

Melalui kemitraan ini, kedua perguruan tinggi akan mengembangkan berbagai program akademik, mulai dari pertukaran wawasan, kuliah tamu, penelitian bersama, hingga publikasi ilmiah. Mahasiswa juga akan memperoleh kesempatan mengikuti seat-in class atau kuliah singkat di kampus mitra, baik secara daring maupun luring, untuk memperluas pengalaman belajar dalam lingkungan internasional.

Selain membuka peluang kolaborasi bagi mahasiswa, kerja sama mencakup pengembangan kapasitas dosen melalui joint teaching, pertukaran praktik terbaik dalam pembelajaran, serta penyusunan kurikulum yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri.

Rektor IMDE Totok Amin Soefijanto mengatakan kolaborasi lintas negara menjadi semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI), terutama bagi perguruan tinggi yang bergerak di bidang industri kreatif.

Menurutnya, Asia Tenggara memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi sumber lahirnya karya-karya kreatif, sementara kolaborasi antarkampus di kawasan ini akan mempercepat proses kreatif sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan.

"Di era digital dan AI sekarang ini, kolaborasi antara kampus secara lintas negara akan mempercepat proses kreatif dan tata kelolanya yang lebih baik lagi ke depannya," kata Totok.

Ia menambahkan, IMDE yang berada dalam ekosistem industri EMTEK tengah menjajaki sejumlah proyek bersama dengan Ngee Ann Polytechnic, antara lain produksi film, lokakarya kesehatan mental bagi tenaga kesehatan, serta berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan mahasiswa dari Indonesia dan Singapura.

Sementara itu, Prof. Lim Kok Kiang mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya Ngee Ann Polytechnic memperluas pemahaman mahasiswa terhadap kawasan Asia Tenggara yang dinilainya memiliki pertumbuhan ekonomi pesat dan peluang besar bagi berkembangnya industri kreatif.

Menurut Lim, kemitraan dengan IMDE akan mendorong lebih banyak pertukaran mahasiswa, kolaborasi produksi film, dan pengembangan berbagai karya kreatif yang melibatkan mahasiswa dari kedua negara.

"Kalau mereka yang muda ini bergaul dengan baik, maka masa depan kawasan ini akan semakin baik," ujarnya.

Ia menilai kekayaan budaya Asia Tenggara merupakan modal penting bagi lahirnya karya-karya kreatif berkelas dunia. Karena itu, kerja sama IMDE dan Ngee Ann Polytechnic diharapkan menjadi pintu masuk bagi kolaborasi pendidikan yang lebih luas di kawasan ASEAN.

Kemitraan ini mencerminkan semakin kuatnya upaya perguruan tinggi di kawasan untuk membangun jejaring internasional melalui kolaborasi pendidikan, riset, dan industri, sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman lintas negara yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.