ENRG Temukan Kandungan Minyak Bumi di WK Bentu

Temuan kandungan minyak tersebut berasal dari Sumur Eksplorasi Central East Napuh 02 Deep Well (“CEN-02”) yang telah selesai di bor pada April 2025 dengan total kedalaman 4.647 kaki.

Diterbitkan 16 Mei 2025, 18:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk melalui anak usahanya, EMP Bentu Limited, yang merupakan operator dan pengendali 100% kepemilikan di Kontrak Kerja Sama Wilayah Kerja (KKS WK) Bentu, berhasil menemukan kandungan minyak bumi di tempat (oil in place) dengan perkiraan awal sebesar 20 juta barel dari Lapangan Central East Napuh (“CEN”) Deep South yang terdiri dari dua lapisan reservoir batupasir pada Formasi Lakat dengan total ketebalan 43 kaki.

Temuan kandungan minyak tersebut berasal dari Sumur Eksplorasi Central East Napuh 02 Deep Well (“CEN-02”) yang telah selesai di bor pada April 2025 dengan total kedalaman 4.647 kaki.

KKS WK Bentu terletak di Riau, Sumatera, merupakan aset yang produksi utamanya adalah gas, dengan cadangan dan sumber daya kontingen (2P + 2C) sebesar 375,6 miliar kaki kubik gas per 1 Januari 2025, serta target produksi sebesar 93 juta kaki kubik gas per hari dalam tahun yang sama.

Direktur EMP, Tri Firmanto mengatakan, berdasarkan data geologi, geofisika, dan reservoir yang tersedia, temuan minyak bumi ini berpotensi memberikan tambahan produksi sebesar 1.500 – 2.500 barel minyak per hari dari proyek pengembangan menyeluruh terhadap Lapangan CEN.

“Hal ini akan tercapai melalui implementasi 11 sumur pengembangan yang telah direncanakan,” ujar dia seperti dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (16/5/2205).

Sementara itu, Wakil Direktur Utama EMP,  Edoardus Ardianto mengatakan, temuan kandungan minyak di wilayah kerja Bentu ini tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama yang baik diantara tim EMP, SKK Migas, serta stakeholder lainnya di area sekitar KKS WK Bentu.

“Kami akan terus melakukan kegiatan eksplorasi dan pengembangan di Wilayah Kerja Bentu dengan tujuan untuk meningkatkan produksi dan cadangan migas dari WK tersebut,” kata dia.

 

Kegiatan Eksplorasi

Adapun penemuan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan explorasi KKS WK Bentu yang sebelumnya pada sumur CEN-01, EMP mendapatkan temuan gas di tempat (gas in place) sekitar 126 milyar kaki kubik. EMP akan melakukan aktivitas explorasi dan pengembangan blok KKS WK Bentu secara aktif dalam rangka meningkatkan jumlah cadangan dan produksi Perusahaan.

“Kami yakin bahwa peningkatan produksi yang diharapkan dari penemuan ini akan mendukung inisiatif Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan produksi minyak dan gas nasional serta berkontribusi terhadap tujuan negara untuk mencapai kemandirian energi,” Direktur Utama EMP Syailendra S. Bakrie.

Kuasai Blok Sangkang, Energi Mega Persada Amankan Cadangan Gas 380 Miliar Kaki Kubik

Sebelumnya, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menyampaikan bahwa anak usahanya, PT EMP Energi Jaya (EEJ) telah menyelesaikan transaksi pembelian 51% kepemilikan di blok KKS Sengkang (Sengkang) di Sulawesi Selatanbja. Sebelumnya, EMP melalui anak usahanya, PT Energi Maju Abadi (EMA) sudah memiliki 49% partisipasi interes di Sengkang.

Setelah pelunasan transaksi pembelian tersebut, 100% dari kinerja produksi dan keuangan Sengkang dapat dikonsolidasikan oleh EMP melalui beberapa anak usahanya. Kontrak kerja sama blok gas Sengkang juga baru selesai diperpanjang sampai dengan Oktober 2042. Saat ini Sengkang memiliki cadangan gas terbukti dan terukur sebesar 380 miliar kakikubik dan sekitar 1,3 triliun kaki kubik prospects & leads gas.

“Rencana jangka pendek EMP adalah untuk meningkatkan produksi hariannya dari cadangan gas yang ada. Selain itu Perusahaan juga akan berfokus kepada rencana jangka menengahnya untuk memulai aktifitas pengeboran untuk menemukan cadangan dan sumber daya gas baru di area konsesi yang ada,” kata Direktur Utama dan CEO PT Energi Mega Persada Tbk, Syailendra S. Bakrie dalam keterangan resmi, Selasa (29/10/2024).

Saat ini Sengkang memiliki kontrak untuk memasok gas dengan kapasitas sampai dengan 50 juta kaki kubik gas per hari ke PT PLN (Persero). Dalam hal ini PT PLN bertindak sebagai pembeli utama. Ke depan, EMP akan terus berupaya untuk dapat mengembangkan bisnisnya baik secara organik, maupun melalui akuisisi.