Sukses

Data Inflasi hingga Laporan Keuangan Bayangi IHSG, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 1 November 2022

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Selasa, (1/11/2022). Laporan kinerja emiten dan inflasi bayangi IHSG.

CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas, William Suryawijaya menuturkan, laporan kinerja emiten pada kuartal III 2022 masih akan dilansir ditambah  rilis data inflasi yang diperkirakan stabil dapat menjadi sentimen positif bagi pergerakan IHSG Selasa pekan ini. "Pergerakan IHSG hari ini berpotensi menguat terbatas. IHSG di 6.954-7.172,” ujar William.

Sementara itu, Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup menguat 0,6 persen ke 7.098 pada perdagangan 31 Oktober 2022, meskipun sempat menembus area resistance terdekatnya di 7.108 tetapi penutupan IHSG masih tertahan oleh MA60.

“Selama IHSG masih mampu bertahan di atas area support terdekatnya di 6.974, posisi IHSG diperkirakan masih berada pada bagian dari wave (x) dari wave [y]. Hal tersebut berarti, IHSG masih berpeluang menguat ke arah 7.136-7.156 untuk membentuk akhir wave (x),” ujar dia.

Herditya menuturkan, IHSG berada di level support 6.847,6.974 dan level resistance 7.100,7.135 pada perdagangan Selasa pekan ini.

Untuk rekomendasi saham hari ini, William memilih saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI). Selain itu, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA). Selanjutnya saham PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Sedangkan Herditya memilih saham PT BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA), PT Timah Tbk (TINS), dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikalnya:

1.PT BTPS Syariah Tbk (BTPS) - Buy on Weakness (2.950)

Saham BTPS ditutup menguat 1,4 persen ke 2.950 pada perdagangan, 31 Oktober 2022  disertai dengan munculnya volume pembelian. Selama BTPS belum mampu break dari 3.020 sebagai resistancenya, posisi BTPS sedang berada pada bagian dari wave [ii] dari wave 3. Hal tersebut berarti BTPS masih rawan terkoreksi dan dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 2.780-2.870

Target Price: 3.130, 3.300

Stoploss: below 2.630

 

2.PT Surya Essa Perkasa Tbk (ESSA) - Buy on Weakness (1.065)

Saham ESSA ditutup menguat 9,2 persen ke 1.065 pada perdagangan 31 Oktober 2022 disertai dengan meningkatnya volume pembelian, namun penguatannya masih tertahan oleh MA60.

“Kami perkirakan, posisi ESSA sedang membentuk wave [iii] dari wave C dari wave (B), sehingga ESSA masih berpeluang melanjutkan penguatannya,” kata dia.

Buy on Weakness: 1.000-1.040

Target Price: 1.140, 1.200

Stoploss: below 925

 

3.PT Timah Tbk (TINS) - Buy on Weakness (1.355)

Saham TINS ditutup terkoreksi ke 1.355 pada perdagangan 31 Oktober 2022 dan masih tertahan oleh MA20. Selama TINS tidak terkoreksi ke bawah 1.270, posisi TINS sedang berada di awal wave [iii] dari wave C sehingga koreksi TINS dapat dimanfaatkan untuk BoW.

Buy on Weakness: 1.320-1.345

Target Price: 1.430, 1.530

Stoploss: below 1.270

 

4.PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) - Sell on Strength (7.950)

Saham SMGR ditutup menguat 2,6 persen ke 7.950 pada perdagangan 31 Oktober 2022 dan tertahan oleh Upper Band-nya.

“Kami perkirakan, posisi SMGR sudah berada di akhir wave [iii] dari wave C sehingga penguatan SMGR akan cenderung terbatas dan rawan koreksi membentuk wave [iv] ke rentang 7.350-7.575,” tutur dia.

Sell on Strength: 7.975-8.100

3 dari 4 halaman

IHSG Nyaris Sentuh 7.100, Sektor Saham Energi Pimpin Penguatan

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham Senin, (31/10/2022). Mayoritas sektor saham menguat yang dipimpin sektor saham energi.

Mengutip data RTI, IHSG melambung 0,61 persen ke posisi 7.098,89. Indeks LQ45 bertambah 0,44 persen ke posisi 1.014,11. Sebagian besar indeks acuan menghijau. Pada awal pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.113,11 dan terendah 7.065,40. Sebanyak 302 saham menguat sehingga angkat IHSG. 220 saham melemah dan 185 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.245.089 kali dengan volume perdagangan 21,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 14,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 15.542.

Mayoritas sektor saham menghijau. Sementara itu, indeks sektor saham IDXindustry melemah 0,90 persen, indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 0,22 persen, indeks sektor saham IDXhealth merosot 0,61 persen dan indeks sektor saham IDXtechno tergelincir 0,68 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXenergy menguat 2,17 persen, indeks sektor saham IDXbasic menanjak 1,66 persen, indeks sektor saham IDXsiklikal mendaki 0,48 persen.

Selain itu, indeks sektor saham IDXfinance menanjak 0,85 persen, indeks sektor saham IDXproperty bertambah 0,38 persen, indeks sektor saham IDXinfrastruktur menguat 0,71 persen dan indeks sektor saham IDXtransportasi melesat 1,94 persen.

4 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Menguat pada 31 Oktober 2022

Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan Senin, 31 Oktober 2022. Penguatan bursa saham Asia ini terjadi di tengah data aktivitas pabrik China meleset dari perkiraan. Selain itu, bursa saham Asia juga menanti data bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve pekan ini.

Indeks Hang Seng melemah 1,18 persen. Indeks Shanghai melemah 0,77 persen ke posisi 2.893,48. Indeks Shenzhen merosot ke posisi 10.397,04. Indeks Nikkei 225 menguat 1,78 persen ke posisi 27.587,46. Level tersebut tertinggi sejak 20 September 2022.

Di Australia, indeks ASX 200 menanjak 1,15 persen ke posisi 6.863,5. Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang menguat 0,36 persen.

Biro Statisik Nasional China rilis data indeks manajer pembelian dengan data manufaktur berada di posisi 49,2. Pada akhir pekan ini, the Fed akan gelar pertemuan dan mengumumkan keputusan suku bunga. Sejumlah negara juga akan rilis data inflasi pekan ini.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS