Sukses

IHSG Berbalik Arah ke Zona Merah, Sektor Saham Transportasi Pimpin Koreksi

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau pada perdagangan Jumat pagi (1/7/2022).  Mayoritas sektor saham tertekan yang dipimpin oleh indeks sektor saham IDXtransportasi.

Pada pembukaan perdagangan, mengutip RTI, IHSG naik delapan poin ke posisi 6.919,06.Pada pukul 09.34 WIB, IHSG berbalik arah ke zona merah dengan turun 0,02 persen ke posisi 6.609. Jelang akhir pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.940,98 dan terendah 6.905,65. Sebanyak 184 saham menguat dan 257 saham melemah. 179 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 236.597 kali dengan volume perdagangan 4,1 miliar saham. Nilai transaksi Rp 2,2 triliun. Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali indeks sektor saham IDXenergy menguat 0,97 persen.

Indeks sektor saham IDXtransportasi merosot 1,97 persen dan catat koreksi terbesar. Diikuti indeks sektor saham IDXbasic melemah 0,80 persen, indeks sektor saham IDXindustry tergelincir 0,56 persen, dan indeks sektor saham IDXtechno merosot 0,65 persen.

Mengutip riset PT Ashmore Asset Management Indonesia, IHSG ditutup melemah ke posisi 6.911 pada Kamis, 30 Juni 2022. Hal ini seiring data perdagangan pada akhir bulan menunjukkan arah aliran dana asing yang sangat beragam karena beberapa aktivitas rebalancing.

Investor domestik pun membeli saham-saham bank besar. Di sisi lain, saham TOWR terus menguat seiring pasar melihat valuasi perusahaan yang menarik dibandingkan perusahaan sejenis. Dari berita ekonomi, survei Bank Indonesia menunjukkan hingga minggu ke-2 Juni, inflasi telah mencapai 4,05 persen yoy. Rupiah melemah bertahap setelah Bank Indonesia pertahankan suku bunga pekan lalu.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham KJEN melonjak 34,74 persen

-Saham POLU melonjak 18,12 persen

-Saham MPOW melonjak 10,61 persen

-Saham NANO melonjak 8,77 persen

-Saham CTBN melonjak 9,88 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham TFAS melemah 6,99 persen

-Saham SNLK melemah 6,97 persen

-Saham BMHS melemah 6,87 persen

-Saham HITS melemah 6,86 persen

-Saham UFOE melemah 6,83 persen

 

Saham-saham yang aktif ditransaksikan secara nilai:

-Saham CARE senilai Rp 198,7 miliar

-Saham GOTO senilai Rp 177,8 miliar

-Saham BEBS senilai Rp 167,6 miliar

-Saham BBRI senilai Rp 122,6 miliar

-Saham ADMR senilai Rp 121,2 miliar

 

Saham-saham yang paling aktif ditransaksikan secara frekuensi:

-Saham MPOW sebanyak 34.608 kali

-Saham GPRA sebanyak 9.417 kali

-Saham ADMR sebanyak 7.226 kali

-Saham ANTM sebanyak 6.698 kali

-Saham ABBA sebanyak 6.031 kali

 

3 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia pada Jumat Pagi 1 Juli 2022

Bursa Saham Asia Pasifik sempat naik pada perdagangan Jumat (1/7/2022) karena investor menunggu hasil survei swasta tentang aktivitas pabrik China. Namun, bursa saham Asia berbalik arah ke zona merah.

Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 0,37 persen, dan Topix naik 0,42 persen. Namun, indeks acuan di Jepang tersebut berbalik arah melemah. Indeks Nikkei melemah 0,72 persen dan indeks Topix susut 0,52 persen.

Sentimen pada produsen besar Jepang memburuk pada periode April-Juni, menurut survei sentimen bisnis tankan triwulanan Bank of Japan. Indeks utama untuk sentimen produsen besar datang di 9, penurunan dari pembacaan kuartal sebelumnya 14.

"Produsen saat ini menghadapi sejumlah hambatan mulai dari melonjaknya biaya input hingga kondisi pasokan yang tidak stabil,” ujar Ekonom Senior Moody’s Analytics, Stefan Angrick dikutip dari CNBC, Jumat pekan ini.

Ia menambahkan, hal berkaitan dengan invasi Rusia ke Ukraina dan lockdown COVID-19 di China juga bayangi produsen.

Di Korea Selatan, indeks Kospi naik 0,67 persen, dan Kosdaq 0,75 persen lebih tinggi. Kemudian, indeks Kospi berbalik arah melemah 0,19 persen dan indeks Kosdaq susut 0,52 persen.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,59 persen. Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang meningkat 0,24 persen. Kemudian indeks tersebut turun 0,1 persen.

Bursa saham China bervariasi. Indeks Shanghai sedikit melemah, sedangkan Shenzhen naik 0,31 persen.

Indeks Manajer Pembelian manufaktur Caixin/Markit untuk Juni juga dirilis Jumat. Indeks itu di posisi 51,7. Diperkirakan menjadi 50,1, menurut survei Reuters dan dibandingkan bulan 48,1.

 

 

4 dari 4 halaman

Indeks Dolar AS

Pembacaan PMI berurutan dan mewakili ekspansi atau kontraksi dari month-to-month. Level 50 memisahkan kontraksi dari ekspansi. PMI resmi untuk Juni berdiri di 50,2, kembali ke pertumbuhan setelah tiga bulan, menurut data yang dirilis Kamis. Pasar di Hong Kong ditutup pada Jumat karena libur.

Kota ini memperingati 25 tahun penyerahannya dari Inggris ke China pada Jumat. Presiden China Xi Jinping tiba di Hong Kong pada Kamis untuk berpartisipasi dalam acara peringatan tersebut. Itu adalah perjalanan pertamanya ke luar China daratan sejak COVID-19 melanda.

Kepala eksekutif baru Hong Kong, John Lee, juga akan dilantik pada Jumat. Lee, seorang loyalis Beijing, adalah satu-satunya kandidat dalam pencalonan untuk menggantikan pemimpin keluar Carrie Lam.

Di Wall Street, saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada kuartal kedua tahun ini. S&P 500, yang mengalami paruh pertama terburuk dalam lebih dari 50 tahun, turun hampir 0,9 persen menjadi 3.785,38.

Sementara itu, Dow Jones Industrial Average tergelincir 253,88 poin atau 0,8 persen menjadi 30.775,43, dan Nasdaq Composite mundur 1,3 persen menjadi 11.028,74.

Indeks USD berada di 104,811. Sedangkan, Yen Jepang diperdagangkan pada 135,85 per dolar, setelah sempat melemah melewati level 137 awal pekan ini. 

Kemudian, dolar Australia berada di 0,6896. Harga minyak berjangka naik di perdagangan Asia. Minyak mentah AS naik 0,62 persen menjadi USD 106,42 per barel, sementara patokan internasional minyak mentah Brent naik 0,7 persen menjadi USD 109,78 per barel.