Sukses

Gerak IHSG Galau, Investor Asing Beli Saham TLKM hingga FILM

Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada perdagangan Rabu pagi, (25/5/2022). Investor asing pun masih melakukan aksi jual saham di seluruh pasar.

Pada pembukaan perdagangan, IHSG stagnan di posisi 6.914,64. Pada pukul 09.13 WIB, IHSG meelmah 0,20 persen ke posisi 6.900. Indeks LQ45 tergelincir 0,11 persen ke posisi 1.014. Sebagian besar indeks saham acuan merosot. Pada pukul 09.36 WIB, IHSG berbalik arah menghijau ke posisi 6.920.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.922,37 dan terendah 6.890,57. Sebanyak 215 saham menguat sehingga tahan pelemahan IHSG. 166 saham melemah dan 206 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 130.150 kali dengan volume perdagangan 2,4 miliar saham. Nilai transaksi Rp 1,6 triliun. Investor asing melakukan aksi jual saham Rp 80,55 miliar di seluruh pasar. Posisi rupiah berada di kisaran 14.634 per dolar AS. Secara sektoral sebagian besar sektor saham menghijau.

Indeks sektor saham IDXtransportasi melambung 1,53 persen. Diikuti indeks sektor saham IDXinfrastruktur menguat 0,78 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal mendaki 0,45 persen.

Sementara itu, indeks sektor saham IDXtechno melemah 0,19 persen, indeks sektor saham IDXindustry susut 0,22 persen dan indeks sektor saham IDXhealth merosot dan berbalik arah ke zona hijau.

Dalam riset PT NH Korindo Sekuritas Indonesia menyebutkan, IHSG berpeluang menguat dengan kisaran 6.800-7.000.

Adapun keputusan pemerintah menambah subsidi energi dibanding kenaikan BI 7DRRR, guna menekan inflasi, direspon positif pelaku pasar. IHSG menguat 1 persen melampaui level psikologis  6.900 pada Selasa, 24 Mei 2022.

“Subsidi energi tahun 2022 meningkat menjadi IDR 443,6 triliun, mencangkup BBM, LPG, dan TDL. Di sisi lain, BI melakukan normalisasi likuiditas sekaligus menekan inflasi, melalui kenaikan GWM secara bertahap. Suku bunga tetap rendah memberikan ruang bagi pemulihan ekonomi domestik, menjadi sentimen positif,” demikian mengutip dari riset tersebut.

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Top Gainers-Losers dan Aksi Investor Asing

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

-Saham AKSI melonjak 25 persen

-Saham MORE melonjak 24,27 persen

-Saham PNSE melonjak 17,43 persen

-Saham INPS melonjak 16,21 persen

-Saham SULI melonjak 14,43 persen

 

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

-Saham UVCR melemah 7,43 persen

-Saham POLL melemah 6,92 persen

-Saham GEMS melemah 6,84 persen

-Saham WINR melemah 6,82 persen

-Saham APII melemah 6,72 persen

 

Saham-saham yang dibeli investor asing antara lain:

-Saham TLKM senilai Rp 22,9 miliar

-Saham BMRI senilai Rp 17,8 miliar

-Saham BBNI senilai Rp 11,1 miliar

-Saham ITMG senilai Rp 6,3 miliar

-Saham FILM senilai Rp 4,6 miliar

 

Saham-saham yang dijual investor asing antara lain:

-Saham BBRI senilai Rp 22,9 miliar

-Saham SMGR senilai Rp 6,8 miliar

-Saham EMTK senilai Rp 4,8 miliar

-Saham ANTM senilai Rp 3,7 miliar

-Saham SMDR senilai Rp 3,6 miliar

3 dari 4 halaman

Bursa Saham Asia Bervariasi

Bursa saham Asia bervariasi. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,29 persen, indeks Korea Selatan Kospi bertambah 0,66 persen, indeks Shanghai menanjak 0,43 persen, indeks Singapura bertambah 0,09 persen dan indeks Taiwan mendaki 0,67 persen. Sementara itu, indeks Jepang Nikkei melemah 0,08 persen.

Bursa saham Asia melemah pada perdagangan Selasa, 24 Mei 2022 dengan bursa saham Shanghai memimpin koreksi. Hal ini seiring investor menimbang kemungkinan mencairnya hubungan perdagangan Amerika Serikat-China setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden melayangkan gagasan pemangkasan tarif pada barang-barang China.

Bursa saham Hong Kong melemah diseret saham Alibaba dan Tencent masing-masing turun 2 dan 3 persen. Saham produsen kendaraan listrik Xpeng anjlok turun 9 persen setelah melaporkan kerugian bersih kuartal pertama yang melebar.

Selain itu, Amerika Serikat mengumumkan kerangka ekonomi Indo-Pasifik dengan mitra Asia termasuk Australia, Jepang dan Korea Selatan. Kelompok ini ingin menetapkan aturan internasional tentang ekonomi digital, rantai pasokan, dekarbonisasi, dan peraturan yang berlaku bagi pekerja. Indeks Hang Seng melemah 1,75 persen, indeks Korea Selatan susut 1,57 persen, indeks Shanghai melemah 2,41 persen. Selain itu, indeks Jepang tergelincir 0,94 persen, indeks Australia susut 0,28 persen, indeks India merosot 0,55 persen, indeks Thailand terperosok 0,55 persen dan indeks Malaysia melemah 0,73 persen.

4 dari 4 halaman

Penutupan IHSG pada 24 Mei 2022

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau di tengah pengumuman Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan pertahankan suku bunga acuan 3,5 persen pada Selasa (24/5/2022).

Pada penutupan perdagangan, IHSG menguat 1,07 persen ke posisi 6.914,14. Indeks LQ45 naik 1,33 persen ke posisi 1.015,93. Seluruh indeks acuan kompak menghijau. Pada perdagangan Selasa pekan ini, IHSG berada di posisi tertinggi 6.914,66 dan terendah 6.822,14. Sebanyak 272 saham menguat dan 261  saham melemah. 162 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.404.719 kali dengan volume perdagangan 22,4 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 16,4 triliun. Investor asing jual saham Rp 59,41 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.703.

Sebagian besar sektor saham menghijau kecuali indeks sektor saham IDXtechno melemah 1,15 persen dan indeks sektor saham IDXnonsiklikal susut 0,03 persen. Sementara itu, indeks sektor saham IDXtransporasi melonjak 6,42 persen dan pimpin penguatan.

Diikuti indeks sektor saham IDXenergy menguat 2,23 persen, indeks sektor saham IDXbasic bertambah 1,87 persen dan indeks sektor saham IDXindustry bertambah 1,35 persen.

Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate atau BI7DRRR di level 3,50 persen pada April 2022.

Keputusan itu diambil setelah bank sentral menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada Senin hingga Selasa, atau 23 hingga 24 Mei 2022.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 23 sampai 24 Mei 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRRR sebesar 3,50 persen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam video konferensi Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI - Mei 2022, Selasa, 24 Mei 2022.

Selain suku bunga acuan, bank sentral pun kembali menahan suku bunga deposite facility tetap sebesar 2,75 persen. Keputusan yang sama juga berlaku pada suku bunga lending facility tetap di level 4,25 persen.