Reza Arap Ungkap Tepe Jadi Pemain Paling Sulit Diarahkan di Film Harusnya Horror

Reza Arap mengungkap Tepe menjadi pemain yang paling sulit diarahkan karena kebiasaannya uniknya. Apa itu?

Diterbitkan 14 Agustus 2026, 13:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film debut Reza Arap, "Harusnya Horor," tayang 20 Agustus 2026.
  • Sutradara Reza Arap kesulitan mengarahkan Tepe karena sering berkedip.
  • Arap puas dengan akting pemain, terutama untuk debut mereka.

Liputan6.com, Jakarta - Film perdana Reza Arap yang bertajuk Harusnya Horor akan tayang serentak di bioskop Indonesia pada 20 Agustus 2026 mendatang.

Ini merupakan film pertama garapan Reza Arap yang diperankan oleh dirinya sendiri bersama mendiang Lula Lahfah, dan AAA Clan yang berisi Tierison (Jot), Garry Ang, Yukatheo, Aldy Renaldy (Aloy), Bravyson, Niko Junius, Arianto (Ibot), dan Teguh Prakoso (Tepe).

Jelang perilisannya, Reza Arap dan para pemain hadir dalam jumpa pers film Harusnya Horror yang dihelat di Jakarta, Kamis (13/8/2026). 

Dalam proses syutingnya, Arap sebagai sutradara membocorkan bahwa Teguh Prakoso, atau yang akrab dipanggil Tepe, adalah orang yang paling sulit untuk diarahkan karena kebiasannya.

“Yang paling sulit di-direct adalah Tepe. Yang pertama, alasannya adalah karena dia kedip terus,” ungkap Arap.

“Kita ngulang belasan kali cuma buat nungguin dia kapan berhenti ngedip kalau ngomong. And it's true. That's the fact. Pe, bisa nggak lu berhenti ngedip? Ngomongnya sulit, belibet, belum ngedipnya. Sumpah. Itu penyakit,” tambahnya yang disambut tawa oleh para penonton.

Tepe Berikan Pujian Sarkastis kepada Arap

Di sisi lain, Tepe yang berperan sebagai Ariyanto mengungkapkan bahwa awalnya ia bingung bagaimana Arap akan membagi perannya untuk banyak orang.

“Jadi, awal pada saat Arap bilang kalau ada project ini, aku sempat bingung. Gimana cara Arap membagi porsi untuk sembilan orang, karena itu enggak mudah. Sembilan karakter dibagi porsinya gitu,” ujarnya.

Namun, ia memuji Arap karena bisa membaginya dengan baik dan adil. Saking adilnya, ia bermaksud agar scene-nya bisa lebih banyak.

“Eh, tapi ternyata dia punya ide yang cukup jenius menurutku, ide-ide yang cukup pintar, karena menurutku enggak semua pembagian itu harus sama rata,” tutur Tepe yang disambut tawa dari penonton.

Kepuasan Arap dengan Akting Para Pemain

Sebagai film pertama bagi kebanyakan dari teman-teman AAA Clan, Arap sebagai sutradara memberikan apresiasinya dengan apa yang sudah para pemainnya berikan untuk film tersebut.

“Jadi kalau dibilang apakah puas atau dibilang puaskah sama akting-akting semuanya di sini? Otomatis puas karena mereka sudah memberikan yang terbaik apalagi untuk pertama kalinya,” tutur Arap.

Sinopsis Film Harusnya Horror

Mati penasaran gara-gara tak sempat nonton ending anime favorit adalah nasib buruk seorang setan wibu penakut yang tidak menyeramkan bagi manusia. Agar diizinkan menonton episode terakhir itu, ia diberi tugas mustahil oleh akhirat yaitu mengganggu 100 ribu manusia agar takut padanya.

Di sisi lain, ada grup content creator yang sedang kesulitan bertemu dengan sang setan wibu. Benar saja, mereka tidak takut pada sang setan dan malah menjadikannya talent untuk konten mereka.

Setelah grup content creator dan setan wibu itu meraih popularitas, setan wibu terbelenggu antara menonton ending anime atau menyelamatkan teman-teman content creator yang sudah menjadi tempat nyaman untuknya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Sore Spesial, Jumat 14 Agustus Pukul 15.00 WIB di Indosiar

Nola Vemiliana, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan