Sukses

Ekspansi ke India, Bukaka Bersama Three D Bikin Perusahaan Patungan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) emiten bergerak di konstruksi dan manufaktur ini menggandeng Three D Integrated Solutions Ltd mendirikan perusahaan baru pada 5 November 2021.

Mengutip keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (9/11/2021),  PT Bukaka Teknik Utama dan Three D Integrated Solutions Ltd, perusahaan yang berdomisili di India mendirikan perusahaan bernama Bukaka Three D Private Limited.

Pendirian anak usaha ini sebagai tindak lanjut dari kontrak pengadaan 36 unit passanger boarding bridge (Garbarata) di beberapa bandara di India antara perseroan dengan Airport Authority of India (AAI) sebagai pemberi pekerjaan.

"Perseroan bermaksud bekerja sama dengan perusahaan di India untuk kelancaran operasional pelaksanaan pekerjaan tersebut,” tulis Direktur Utama PT Bukaka Teknik Utama Tbk, Irsal Kamarudin dalam keterbukaan informasi BEI.

Ia menuturkan, pendirian anak usaha ini akan berdampak pada peningkatan operasional usaha perseroan dengan penjualan beberapa unit Garbabarata di India yang diharapkan akan meningkatkan laba usaha perseroan dan meningkatkan kredibilitas perseroan sebagai salah satu produsen Garbabarata di pasar internasional.

Selain itu, memberikan dampak positif terhadap kelangsungan usaha Bukaka Teknik Utama terutama di bisnis Garbabarata.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Bukaka Genggam 51 Persen di Perusahaan Patungan

Dalam pendirian anak usaha dengan struktur permodalan antara lain perseroan senilai Rp 498.785.350 atau setara dengan 51 persen dari seluruh modal disetor dan Three D sebesar Rs 24.50.000 atau setara dengan 49 persen dari seluruh modal disetor.

Perseroan juga menyatakan transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 tentang transaksi afiliasi dan benturan kepentingan, dan juga bukan merupakan transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK Nomor 17/POJK.04/2020 tentang transaksi material dan perubahan kegiatan usaha.

Pada penutupan perdagangan Senin, 8 November 2021, saham BUKK stagnan di posisi Rp 1.040 per saham. Saham BUKK berada di level tertinggi Rp 1.070 dan terendah Rp 1.025 per saham. Total volume perdagangan 12.500 dengan nilai transaksi Rp 13 juta. Total frekuensi perdagangan 15 kali.