Sukses

Startup Zomato Dulang Sukses saat Debut di Bursa Saham

Liputan6.com, Jakarta - Raksasa pengiriman makanan Zomato mencatat kinerja luar biasa ketika perdagangan perdana saham di bursa efek Mumbai (BSE Ltd) pada Jumat, 23 Juli 2021.

Saham Zomato melonjak 82 persen menjadi 138 rupee per saham pada awal perdagangan. Pada penutupan perdagangan, saham Zomato naik hampir 66 persen menjadi 126 rupee.

Perusahaan rintisan berbasis di New Delhi ini sekarang mencatat valuasi USD 13,3 miliar atau sekitar Rp 192,87 triliun (asumsi kurs Rp 14.502 per dolar AS). Perusahaan ini pertama di antara perusahaan rintisan lainnya yang berencana merealisasikan momentum pasar initial public offering atau penawaran umum perdana (IPO) India.

Setidaknya sembilan dari 11 sektor usaha yang merencanakan IPO adalah unicorn dengan valuasi USD 1 miliar atau lebih yang telah mengumpulkan beberapa putaran modal dari perusahaan modal ventura lokal dan global, private equity dan individu kaya.

IPO Zomato yang ditutup pada pekan lalu jauh lebih sukses dari pada yang diantisipasi. Penawaran IPO mengalami kelebihan permintaan lebih dari 38 kali dengan kategori ritel alami kelebihan permintaan sebanyak 7,45 kali.

Perusahaan mengumpulkan dana 93,75 miliar rupee atau sekitar USD 1,25 miliar dari IPO dan penawaran dari induknya. Jumlah perolehan dana IPO ini setara Rp 18,12 triliun. Demikian mengutip dari laman Forbes, Minggu (25/7/2021).

2 dari 5 halaman

Kekayaan Pendiri Zomato Meningkat

Dengan lonjakan saham Zomato mendorong kekayaan pendirinya Deepinder Goyal melonjak dekati USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,50 triliun.

Nilai kepemilikan saham Goyal bernilai USD 650 juta dari 4,7 persen sahamnya saat ini di Zomato, menurut indeks Bloomber Billionaires. Ia juga memiliki lebih dari 368 juta opsi yang diberikan selama enam tahun ke depan, yang jika akan dilaksanakan akan hampir menggandakan kepemilikan di perusahaan yang memiliki kapitalisasi pasar USD 13,3 miliar.

IPO adalah kemenangan tidak hanya bagi Goyal, putra dari orangtua guru yang mendirikan perusahaannya pada 2009. Kemenangan ini juga bagi sejumlah pengusaha muda India yang bercita-cita untuk berpengaruh dan kaya.

India memiliki rekor pendanaan dan kesepakatan USD 6,3 miliar untuk startup teknologi pada kuartal II 2021 yang menekankan ambisi kewirausahaan dan meningkatnya minat modal ventura di India.

“Hari ini adalah hari besar bagi kami. Tapi kami tidak sampai di sini tanpa upaya luar biasa dari seluruh ekosistem internet India,” ujar Goyal dalam sebuah unggahan blog dilansir dari yahoo finance.

3 dari 5 halaman

Awal Berdiri Zomato

Zomato yang pertama dari generasi unicorn India yang memanfaatkan pasar modal lokal juga merupakan peluang bagi investor ritel di negara itu.

IPO menghasilkan hiruk pikuk yang jarang terlihat di antara mereka dengan beberapa keributan di twitter tentang penjatahan dan hapus aplikasi saingan Swiggy dari ponselnya.

Goyal pertama kali mendapat ide untuk layanan online ketika mahasiswa matematika dan ilmu komputer di Institut Teknologi India, dia sangat frustasi dengan pesanan Pizza. Ia bertekat kuat setelah lulus dan bergabung dengan Bain and Co melihat rekan-rekan kafetaria perusahaan membaca sekilas menu terbatas dan berbicara dengan penuh kerinduan tentang makanan di restoran terdekat.

Goyal dan rekannya Pankaj Chaddah mulai mengunggah menu kafe dan restoran ke internet perusahaan dengan nomor telepon. Itu sukses besar dengan rekan kerja, mendorong usaha akhir pekan yang diberi nama foodiebay.com. Setelah istrinya mendapat pekerjaan mengajar di Universitas Delhi, Goyal berhenti untuk menjalani wirausaha penuh.

4 dari 5 halaman

Berharap Jadi Inspirasi bagi Masyarakat India

Layanan ini dengan cepat popular. Para pendiri mendapatkan USD 1 juta dalam pendanaan awal dari  pengusaha yang berubah menjadi investor dan pelopor internet Sanjeev Bikhchandani dari Info Edge India Ltd. Nama diubah menjadi Zomato dan investor global seperti Sequoia Capital, Tiger Global Management dan grup Ant milik Jack Ma bergabung sebagai pendukung.

Zomato yang berbasis di Gurgaon di pinggiran New Delhi sejak itu memulai ekspansi internasional mulai dari pemesanan meja, layanan antar ke rumah, serta panduan restoran dan kehidupan malam di 100 kota di 19 negara termasuk Turki, Brasil, Selandia Baru dan Indonesia.

Setelah suasana hati investor untuk perusahaan rintisan makanan yang merugi meredup. Goyal memangkas pekerja, mencoba rasionalsiasi pengeluaran dan mendorong perusahaan rintisannya menuju perusahaan yang menguntungkan.

“Saya tidak tahu apakah kami akan berhasil atau gagal, kami pasti akan seperti biasa memberikan yang terbaik,” ujar Goyal.

Ia mengharapkan pihaknya dapat menginspirasi jutaan orang India untuk bermimpi lebih besar dari yang pernah dimiliki dan membangun sesuatu yang jauh lebih besar dari pada yang diimpikan.

 

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini