Sukses

Resmi Melantai di BEI, Lihat Gerak Saham Produsen Laptop ZYRX

Liputan6.com, Jakarta - Resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI)  Selasa 30 Maret 2021, pergerakan saham PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) terpantau mengalami kenaikan.

Menggunakan kode ZYRX, produsen laptop ini tercatat sebagai emiten ke-11 di BEI pada 2021. Pada awal perdagangan perdana, saham ZYRX meningkat hingga 24,8 persen karena di tutup dengan angka 312 per lembar saham seperti dilansir RTI.

Nilai transaksi di hari pertama perdagangan mencapai Rp 3,5 miliar dengan volume perdagangan 13,59 juta saham. Pada perdagangan 31 Maret 2021, pergerakan saham ZYRX terpantau masih menghijau dengan kenaikan mencapai 25 persen menjadi Rp 390 per lembar saham. Nilai transaksi pada hari kedua mencapai Rp 5,81 juta dengan volume perdagangan 14.900.

Berhasil masuk top gainers, pergerakan saham ZYRX masih mengalami kenaikan. Pada Kamis, 1 April 2021, kenaikan terpantau mencapai 24,62 persen ke angka Rp 486 per lembar saham.

Jadi yang terbesar sejak IPO, nilai traksaksi di hari ketiga mencapai Rp 108,6 miliar dengan volume perdagangan 226,43 juta saham.

Perseroan telah menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO) dengan melepas 333.333.300 unit saham dengan nilai nominal saham Rp 25. Perseroan menetapkan harga penawaran saham Rp 250.

Total dana yang akan diraup dari IPO sebesar Rp 83,33 miliar. Perseroan juga menawarkan warna seri I sebanyak 166.666.650 yang menyertai saham baru atau sebesar 16,67 persen dari total jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh. Harga pelaksanaan waran Rp 750.

2 dari 3 halaman

Bagaimana Kinerja Zyrex?

Sebelumnya, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk, produsen laptop Zyrex siap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 30 Maret 2021.  Perseroan sedang melakukan proses penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Lalu bagaimana kinerja perseroan sepanjang 2020?

Direktur Utama PT Zyrexindo Mandiri Buana, Timothy Siddik menyebut, pihaknya mendapatkan pendapatan hingga Rp220 miliar sepanjang 2020. Angka tersebut jauh meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

"Pendapatan tahun 2019 itu Rp57,66 miliar naik menjadi 179,62 miliar hingga 30 september 2020," ujar dia secara virtual, Rabu, 24 Maret 2021.

Timothy mengaku, bila kenaikan yang terjadi di tengah pandemi tak terlepas dari kebijakan work from home dan study from home yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Terkait segmentasi pelanggan, produsen laptop itu menegaskan, terdapat dua pembeli yang menjadi sasaran utama perusahaannya, yakni korporasi dan end user.

"Perusahaan kami terbagi dua segmentasi, ini ada korporasi atau kami menjual ke perusahaan. Itu salah satu target pasar Zyrex. Tahun 2020 pendapatan Rp40,81 miliar itu dari korporasi," ujarnya.

Khusus penjualan melalui distributor pendapatan yang disumbang hingga 30 September 2020 lebih dari Rp138 miliar. "Itu penjualan melalui distributor ke end user dan instansi pendidikan," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini