Pengamanan Aset Jadi Bagian dari Transformasi Pengelolaan Gelora Bung Karno

Transformasi GBK juga terlihat dari semakin beragamnya kegiatan yang berlangsung di seluruh kawasan.

Diterbitkan 26 September 2025, 13:07 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) memperingati HUT ke-64 Gelora Bung Karno. Peringatan tahun ini memiliki makna khusus karena syukuran dilaksanakan di Golden Ballroom, Blok 15, kawasan GBK.

Lokasi tersebut menjadi simbol dari salah satu pencapaian penting pemerintah, yaitu pengamanan dan pengembalian penguasaan aset negara di kawasan Blok 15 melalui proses hukum dan koordinasi lintas instansi.

Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan, antara lain Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Keuangan, Kementerian ATR/BPN, lembaga peradilan, aparat penegak hukum, serta jajaran PPKGBK, sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“GBK sampai dengan saat ini terus menjadi kebanggaan bangsa, negara, dan masyarakat Indonesia. Pengelolaan aset yang baik tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga memberikan manfaat optimal bagi masyarakat untuk berolahraga, menyelenggarakan event yang bervariasi, serta melayani seluruh stakeholder dengan baik. Saya berharap pengelolaan GBK terus ditingkatkan tanpa batas optimal untuk mencapai hasil yang selalu lebih baik,” ujar Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utama.

Sementara Direktur Utama PPKGBK, Rakhmadi A. Kusumo, mengatakan Momentum HUT GBK tahun ini menjadi kesempatan untuk bersyukur dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga aset negara.

"Ini merupakan hasil kerja bersama. Amanah berikutnya adalah memastikan aset yang telah kembali dapat dikelola dengan baik, produktif, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara," ujar Rakhmadi.

Pengamanan aset merupakan salah satu bagian dari transformasi GBK. PPKGBK juga terus meningkatkan produktivitas kawasan melalui optimalisasi aset, peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan kerja sama komersial, serta penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga, hiburan, konferensi, dan pameran.

“Kami ingin aset negara semakin produktif. Peningkatan pendapatan harus berjalan bersama dengan peningkatan kualitas fasilitas, pelayanan publik, pemeliharaan kawasan, dan manfaat ekonomi yang lebih luas,” kata Rakhmadi.

Transformasi GBK juga terlihat dari semakin beragamnya kegiatan yang berlangsung di seluruh kawasan.

GBK hari ini bukan hanya Stadion Utama. Stadion Utama, Indonesia Arena, Istora Senayan, Tennis Indoor, Stadion Madya, JICC, serta berbagai ruang publik di dalam kawasan menjadi rumah bagi kegiatan olahraga, konser, MICE, pameran, festival, komunitas, hingga hiburan keluarga.

“Kepercayaan untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan nasional dan internasional menunjukkan bahwa GBK semakin berkembang sebagai sebuah sports and entertainment district. Dampaknya juga harus dirasakan lebih luas oleh industri event, UMKM, hotel, transportasi, industri kreatif, tenaga kerja, dan perekonomian Jakarta,” ujar Rakhmadi.

Memasuki fase pengembangan berikutnya, PPKGBK mendorong peningkatan konektivitas kawasan Senayan.

PPKGBK saat ini tengah membangun komunikasi dengan pemerintah daerah dan pengelola mal atau pusat komersial mengenai berbagai peluang peningkatan konektivitas pejalan kaki, termasuk penjajakan konsep konektivitas bawah tanah yang dapat menghubungkan pusat-pusat aktivitas di kawasan Senayan.