Liputan6.com, Jakarta - Berbagai tips praktis untuk mengatasi persoalan sehari-hari menjadi perhatian pembaca Liputan6.com dan menjadi artikel top 3 Hot. Mulai dari membersihkan noda membandel pada perlengkapan minum, merawat tanaman cabai yang terserang hama, hingga memilih perangkat pendingin ruangan yang sesuai kebutuhan rumah.
Pada Kamis (22/10/2026), tiga artikel pilihan kanal Hot menghadirkan informasi yang dekat dengan aktivitas masyarakat. Cara menghilangkan noda teh di dasar tumbler menggunakan bahan dapur menjadi salah satu topik menarik. Selain itu, pembaca juga dapat menemukan panduan mengatasi kutu daun cabe agar tanaman kembali sehat serta tips membeli AC portabel dengan mempertimbangkan kapasitas pendinginan dan konsumsi listrik.
Berikut Top 3 Hot Liputan6.com hari ini, Kamis 22 Oktober 2026.
Advertisement
1. Cara Menghilangkan Noda Teh yang Menempel di Dasar Tumbler, Cukup Pakai Bahan Dapur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379190/original/021135500_1792577793-2.jpg)
Tumbler yang sering digunakan untuk menyimpan teh terkadang meninggalkan noda kecokelatan di bagian dasar maupun dinding dalamnya. Noda tersebut bisa semakin sulit dibersihkan jika dibiarkan terlalu lama, meskipun tumbler sudah dicuci menggunakan sabun seperti biasa.
Menariknya, cara menghilangkan noda teh yang menempel di dasar tumbler tidak selalu membutuhkan cairan pembersih khusus. Beberapa bahan dapur seperti soda kue, cuka putih, dan lemon dapat dimanfaatkan untuk membantu mengangkat noda yang berasal dari kandungan tanin dalam teh.
Salah satu metode yang bisa dicoba adalah membuat pasta soda kue dengan sedikit air hangat, kemudian mengoleskannya pada bagian yang bernoda. Untuk noda yang lebih membandel, larutan cuka putih dan air juga dapat digunakan secara terpisah. Namun, pemilik tumbler tetap perlu memperhatikan jenis material dan menghindari penggunaan sikat kasar yang berisiko merusak permukaan bagian dalam.
Baca selengkapnya: Cara Menghilangkan Noda Teh yang Menempel di Dasar Tumbler, Cukup Pakai Bahan Dapur
Advertisement
2. Cara Menghilangkan Kutu Daun Cabe agar Tanaman Kembali Sehat dan Subur
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474952/original/054483500_1768545126-Identifikasi_dan_Monitoring_Rutin.jpg)
Tanaman cabai yang ditanam di pekarangan rumah maupun polybag tidak luput dari serangan hama. Salah satu yang cukup sering ditemukan adalah kutu daun, serangga kecil yang biasanya berkumpul di bagian bawah daun, pucuk muda, dan batang tanaman.
Keberadaan kutu daun dapat menyebabkan daun cabai menggulung, pertumbuhan tunas terhambat, hingga muncul lapisan lengket pada permukaan tanaman. Jika tidak segera dikendalikan, serangan hama tersebut berpotensi mengganggu pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai.
Ada beberapa cara menghilangkan kutu daun cabe yang dapat dilakukan, mulai dari menyemprotkan air dengan tekanan lembut, memangkas bagian tanaman yang terserang berat, hingga menggunakan sabun insektisida khusus tanaman sesuai petunjuk produk. Pengendalian secara alami juga dapat dibantu dengan menjaga keberadaan musuh alami kutu daun di sekitar kebun.
Selain mengetahui cara membasminya, pemilik tanaman perlu rutin memeriksa bagian bawah daun dan pucuk cabai. Langkah sederhana ini penting untuk mendeteksi kemunculan koloni baru sebelum serangan semakin meluas.
Baca selengkapnya: Cara Menghilangkan Kutu Daun Cabe agar Tanaman Kembali Sehat dan Subur
3. Panduan Beli AC Portabel, Perhatikan Kapasitas Pendinginan hingga Konsumsi Listrik
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5563743/original/025143800_1776916038-air_cooler_2.jpg)
AC portabel menjadi salah satu alternatif pendingin ruangan bagi penghuni rumah yang membutuhkan perangkat fleksibel tanpa pemasangan unit permanen di dinding. Perangkat ini dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, sehingga menarik untuk digunakan di kamar tidur, ruang kerja, maupun ruangan berukuran terbatas.
Meski terlihat praktis, membeli AC portabel tidak cukup hanya mempertimbangkan harga dan ukuran perangkat. Kapasitas pendinginan dalam satuan BTU, konsumsi daya listrik, tingkat kebisingan, hingga sistem pembuangan udara panas perlu diperhatikan agar perangkat dapat bekerja secara optimal.
Sebagai gambaran, AC portabel dengan kapasitas sekitar 5.000–8.000 BTU dapat dipertimbangkan untuk ruangan kecil. Namun, kebutuhan sebenarnya tetap bergantung pada luas ruangan, tinggi plafon, paparan sinar matahari, serta kondisi ventilasi.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memastikan tersedianya jalur pembuangan udara panas ke luar ruangan. Sebagian besar AC portabel berbasis kompresor membutuhkan selang pembuangan agar panas tidak kembali masuk ke dalam ruangan.
Dengan memahami spesifikasi dan kebutuhan pemakaian, calon pembeli dapat lebih mudah menentukan AC portabel yang sesuai tanpa mengabaikan efisiensi listrik serta kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Baca selengkapnya: Panduan Beli AC Portabel, Perhatikan Kapasitas Pendinginan hingga Konsumsi Listrik
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354245/original/038987000_1790044500-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-22T093245.164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379189/original/018166300_1792577793-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378431/original/084114900_1792513368-1001779424.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376399/original/078277500_1792341389-000_D3MT424.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5474951/original/024024100_1768545126-cara_mengatasi_kutu_daun_pada_tanaman_cabai.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301101/original/078119100_1784438226-pexels-shiau-tung-su-2160862723-37049841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310807/original/088871800_1785371580-Gemini_Generated_Image_hjxpijhjxpijhjxp.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376342/original/088541700_1792332152-Indonesia_Womens_League_logo.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377363/original/038717200_1792457081-Gemini_Generated_Image_3vxkj63vxkj63vxk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376482/original/080933700_1792377155-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)