Basuki Hadimuljono Pastikan Kebakaran Hutan Tak Ganggu Proyek IKN

Otorita IKN memastikan karhutla di Kalimantan Timur jauh dari area proyek IKN. Pemerintah juga usut tuntas keterlibatan korporasi.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan tidak mengganggu proyek pembangunan di IKN. Dia juga menegaskan tidak ada keterlibatan korporasi yang memicu karhutla di dekat IKN.

Basuki mengatakan karhutla yang terjadi di Kalimantan Timur berjarak cukup jauh dari kawasan IKN. Beberapa titik karhutla terdeteksi di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto, sehingga dampaknya terhadap proses pembangunan pun minim.

"Enggak (terdampak), itu di Bukit Soeharto. Jadi jaraknya jauh, jauh," ungkap Basuki, dikutip Kamis (22/10/2026).

Dia mengaku tidak banyak titik api di Kaltim dan sekitar IKN. Dalam catatannya, ada 1.600 hektare lahan yang terdampak karhutla, 900 hektare di antaranya berada di kawasan Bukit Soeharto. Sementara itu, sisanya berada di kawasan kebun sawit.

Dia mengatakan pemadaman dilakukan dengan efektif. Bahkan tidak memerlukan pemadaman dengan modifikasi cuaca atau pengerahan water bombing dari udara.

"Cukup dengan pemadaman darat saja. Dua kali saya ikut pemadaman darat. Karena enggak terlalu luas. Adanya 1.600 hektare tapi sudah banyak tempat," jelas dia.

 

Tak Ada Keterlibatan Korporasi

Basuki menyebut tidak ada korporasi yang terlibat sengaja menyulut karhutla di dekat wilayah IKN, menyusul adanya dugaan keterlibatan korporasi di beberapa wilayah lain.

Basuki mengamini belum ada indikasi kesengajaan dari perusahaan yang membakar lahan di kawasan Kaltim. Dia pun mengacu pada data yang disampaikan Kapolri Suyudi Ario Seto soal dugaan perusahaan yang terlibat.

"Enggak ada, ini di Kalimantan Timur. Enggak, ini ada 23, toh, yang korporasi, yang 11 sudah tersangka, yang 12 belum tersangka, yang 11 itu ada di Kalbar, Kalteng, Kaltim," jelas dia.

 

Ancaman Prabowo

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan akan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan sehingga menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia memastikan akan mengusut tuntas pelaku maupun korporasi yang melanggar.

"Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna dua tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Dia menuturkan, berdasarkan hasil penyelidikan di lapangan, fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah, namun juga ada campur tangan manusia.

 

Minta Aparat Turun Tangan

Prabowo mengungkapkan hasil penyelidikan aparat penegak hukum, korporasi terbukti bertanggung jawab terhadap masalah karhutla yang terjadi di berbagai daerah.

"Saya minta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar," jelasnya.

Prabowo menegaskan, tindakan tersebut masuk kategori kejahatan lingkungan dan kemanusiaan. Sebab, tindakan membakar yang dilakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat Indonesia.

"Kita tidak boleh menganggapnya remeh. Kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas. Dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja," kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6