Ajudan Gubernur Kaltim Minta Maaf Usai Sikap Arogannya Jadi Sorotan

Ajudan Gubernur Kaltim atas nama Briptu Asky Rizal Toding, yang bertindak arogan terhadap mahasiswa demonstran, akhirnya meminta maaf.

Diterbitkan 21 Oktober 2026, 10:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Usai videonya viral di media sosial, ajudan Gubernur Kaltim atas nama Briptu Asky Rizal Toding, yang bertindak arogan terhadap mahasiswa demonstran, akhirnya meminta maaf. Dalam sebuah tayangan video, dirinya meminta maaf dan berjanji tidak akan melakukannya lagi.

"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan dan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," katanya.

Briptu Asky mengaku tindakan arogan itu dilakukannya secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapa pun. 

"Sekali lagi, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas tindakan saya yang terlalu berlebihan, dan berjanji tidak akan mengulangi kembali," katanya.

Sebelumnya, aksi arogan ajudan Gubernur Kaltim kepada mahasiswa yang menyuarakan kebakaran hutan dan kinerja gubernur, menjadi viral di media sosial. Dalam video berdurasi 30 detik yang beredar di media sosial, terlihat seorang ajudan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud, melakukan sikap arogan dengan sengaja menyenggolkan badan kepada seorang mahasiswa yang sedang merekam kedatangan rombongan gubernur di Masjid Nurul Mu’minin, Samarinda, Senin (19/10/2026).

Massa aksi yang sudah dari siang menggelar unjuk rasa merasa kecewa tidak digubris gubernur, hingga massa berinisiatif menunggunya sampai ke masjid. Mahasiswa yang kecewa kemudian bertanya langsung ke gubernur Rudy Mas'ud mengapa tidak menemui mereka.

"Bapak kenapa tadi gak ditemui," kata pengunjuk rasa, dibalas senyum Rudy Mas'ud sambil bergegas menuju masjid.

Saat itulah, ada seorang ajudan gubernur berlaku arogan kepada seorang mahasiswa dengan sengaja menyenggolkan badannya.

Usai video itu viral, warganet langsung menyerang akun Instagram @askyandlaura, yang diduga milik sang ajudan. Tidak lama kemudian, akun tersebut menghilang usai dibanjir komentar negatif warganet. Masyarakat menyayangkan sikap arogan di lingkaran kekuasaan yang tidak semestinya terjadi di alam demokrasi.