Liputan6.com, Jakarta - Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/9/2026). Antrean terjadi pada sejumlah jenis BBM, mulai dari Pertalite, Pertamax hingga solar. Kepadatan kendaraan bahkan terlihat di sejumlah SPBU yang menjadi lokasi warga mengisi BBM.
Salah seorang warga, Nurvadila, mengaku harus menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mengisi BBM jenis Pertamax untuk sepeda motornya. Ia pun mengaku baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini.
"Saya sudah antre berjam-jam hanya untuk isi Pertamax motor. Antreannya panjang sekali, jadi memang harus menunggu lama," kata Nurvadila.
Advertisement
Menurut Nurvadila, antrean panjang tersebut tidak hanya terjadi di satu SPBU. Ia mengaku telah mendatangi sedikitnya lima SPBU di Kota Makassar untuk mencari lokasi dengan antrean yang lebih singkat.
"Saya sudah datangi sekitar lima SPBU, tapi antreannya sama saja. Hampir semuanya ramai dan harus antre panjang," ujarnya.
Antrean kendaraan terlihat baik pada jalur pengisian BBM bersubsidi maupun nonsubsidi. Kendaraan roda dua dan roda empat memenuhi area pengisian di sejumlah SPBU.
Di beberapa lokasi, antrean bahkan membuat akses kendaraan lain terganggu lantaran barisan kendaraan memanjang hingga ke ruas jalan. Kepadatan tersebut kemudian berimbas pada kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU.
Sementara itu, Burhan, warga lainnya mengaku heran, lantaran ia telah membaca berita di mana pihak Pertamina memastikan bahwa stok BBM aman untuk wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.
"Katanya stok aman, tapi tadi saya datangi beberapa SPBU tidak jual Pertalite maupun Pertamax," akunya.
Menurut dia antrean bukan hanya terjadi di SPBU, saat ini sejumlah penjual BBM eceran di pinggir jalan juga sudah dipadati antre kendaraan roda dua, meski tak sepanjang antrean di SPBU.
"Jangan SPBU, penjual bensin eceran saja antre, kalau tidak antre pasti BBM ecerannya habis," ucapnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344965/original/089001700_1789013915-1118074.jpg)
Pertamina Pastikan Stok BBM Aman
Di tengah kondisi antrean tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan stok dan pasokan BBM di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, mengatakan Pertamina terus memantau distribusi BBM ke seluruh SPBU dan menyesuaikan penyaluran berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Stok BBM kami pastikan aman dan distribusi terus berjalan. Kami juga melakukan penguatan pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir maupun melakukan panic buying," ujar Deny dalam keterangannya yang diterima, Rabu (9/9/2026) malam.
Menurut Deny, peningkatan permintaan di sejumlah SPBU menjadi perhatian Pertamina. Berdasarkan data penyaluran, rata-rata konsumsi harian Solar JBT pada Agustus 2026 meningkat 14,6 persen dibandingkan Mei 2026.
Peningkatan tersebut disebut sejalan dengan naiknya aktivitas logistik, transportasi, dan kegiatan masyarakat di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan.
Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, Pertamina meningkatkan penyaluran Solar JBT sebesar 14,6 persen dan Pertalite sebesar 7,6 persen di wilayah Sulawesi Selatan.
Penyesuaian tersebut dilakukan berdasarkan perkembangan konsumsi, kondisi stok, serta kebutuhan di masing-masing wilayah.
"Permintaan memang mengalami peningkatan, terutama pada beberapa jenis BBM dan wilayah tertentu. Namun dari sisi ketersediaan, kami memastikan pasokan tetap berjalan dan mencukupi. Pertamina telah melakukan berbagai penyesuaian agar kebutuhan masyarakat tetap terlayani," kata Deny.
Selain menyesuaikan volume penyaluran, Pertamina memperkuat distribusi melalui penyesuaian jam operasional depot, termasuk memajukan aktivitas suplai dari titik distribusi.
Armada mobil tangki juga dioptimalkan melalui skema spot charter untuk mempercepat pengiriman ke SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Pada sejumlah SPBU dengan tingkat kebutuhan tinggi, tambahan suplai dapat dilakukan hingga 15 persen dari kondisi normal. Kondisi stok, tingkat konsumsi, dan antrean dipantau secara berkala mulai dari titik suplai hingga SPBU.
Hasil pemantauan tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan volume, waktu pengiriman, serta prioritas penyaluran apabila terdapat SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
Advertisement
Sejumlah SPBU Beroperasi 24 Jam
Pertamina juga menyebut sejumlah SPBU akan beroperasi selama 24 jam, terutama di lokasi yang mengalami peningkatan permintaan dan antrean.
Pertamina berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan kesiapan petugas, operasional, dan kelancaran pelayanan.
"SPBU yang ditetapkan akan beroperasi 24 jam untuk melayani masyarakat. Kami terus menjaga distribusi agar pasokan BBM tetap tersedia dan pelayanan dapat berjalan dengan baik," jelas Deny.
Selain BBM, penguatan pasokan juga dilakukan untuk LPG 3 kilogram. Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi melakukan extra dropping hingga 130 persen dari rata-rata penyaluran harian untuk wilayah Sulawesi Selatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan dan memastikan LPG bersubsidi tetap tersedia melalui jaringan penyalur resmi.
Pertamina juga memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi. Monitoring dilakukan terhadap stok, pergerakan antrean, serta pola transaksi di SPBU.
Pertamina melakukan evaluasi terhadap transaksi yang terindikasi tidak wajar dan dapat memberikan tindak lanjut sesuai ketentuan apabila ditemukan pembelian berulang atau penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Dalam pengawasan di lapangan, Pertamina berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi tetap tepat sasaran.
Sebelumnya, Pertamina telah memblokir 6.023 QR Code Subsidi Tepat yang terindikasi melakukan pengisian berulang atau transaksi tidak wajar.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296249/original/006576900_1784009127-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T124739.847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5403043/original/060099800_1762315300-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-05T105827.468.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344863/original/068290600_1789009948-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-10T101118.035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9344966/original/072469000_1789013916-1118323.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371708/original/005900800_1476258392-Makassar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9345099/original/099922200_1789018436-WhatsApp_Image_2026-09-09_at_8.12.08_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1527841/original/075874300_1488787214-IMG_1488240797111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340277/original/096438600_1788499326-ChatGPT_Image_4_Sep_2026__12.19.35.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342572/original/072108600_1788776192-WhatsApp_Image_2026-09-05_at_8.00.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3483161/original/088606400_1623749024-arnaud-mesureur-7EqQ1s3wIAI-unsplash_Fotor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341193/original/070615900_1788587329-photo_6116408067076329990_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341187/original/034872500_1788587080-photo_6116408067076329991_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339398/original/071195200_1788414214-1000851136.jpg.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7750180/original/000394600_1780558306-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335175/original/002603900_1787916904-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_12.31.39_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333784/original/020979700_1787807052-ChatGPT_Image_27_Agu_2026__11.59.05.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978100/original/071030600_1574756669-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5543858/original/001050500_1775037405-WhatsApp_Image_2026-04-01_at_15.41.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343287/original/064225800_1788849848-14072.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342397/original/049591500_1788768338-IMG-20260907-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340864/original/074045900_1788525635-email-attachment_2026_09_04_ariefhakim-at-klyid_pertamina-pernah-terbangkan-pelita-air-pakai-bahan-bakar-minyak-jelantah_1000430548.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1462305/original/017836600_1483611820-20170105-BBM-Naik-AY5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338429/original/038093200_1788329603-email-attachment_2026_09_02_ariefhakim-at-klyid_beban-subsidi-kompensasi-energi-bisa-jebol-rp-300-triliun-tahun-ini_1000427821.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338391/original/066538400_1788327609-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-02T123903.075.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338058/original/022479100_1788281432-PT_Pertamina_Patra_Niaga_menyesuaikan_harga_produk_Bahan_Bakar_Minyak__BBM__Nonsubsidi_Pertamax_Green_95-1_September_2026b.jpeg)