Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan, disparitas harga jual solar subsidi dan nonsubsidi terpaut lebar. Hal ini dikhawatirkan dimanfaatkan oknum yang tidak berhak mengonsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi, termasuk biosolar.
"Disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi ini juga cukup besar, jadi untuk BBM subsidi solar harganya adalah 6.800 per liter, sementara itu Dex di SPBU itu harganya 25.000 sehingga disparitas harganya bisa mencapai 18 ribuan lebih," kata Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).
Pertamina menjual biosolar subsidi Rp 6.800 per liter. Sedangkan, produk non-subsidi, Pertamina Dex dijual Rp 23.700 per liter dan Dexlite dijual Rp 25.200. Dengan begitu, ada selisih sekitar Rp 16.900-Rp 18.400 per liter dari keduanya.
Advertisement
Pertamina mencatat adanya kenaikan permintaan dari biosolar subsidi tersebut dari tingginya disparitas harga yang berlaku. Dia khawatir kondisi tersebut memicu oknum yang tak berhak untuk membeli biosolar subsidi.
Sebagai catatan, Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 memandatkan kendaraan industri, seperti sektor tambang maupun perkebunan dilarang menggunakan produk BBM subsidi.
"Ini juga menjadi faktor yang harus kita antisipasi untuk oknum-oknum yang ingin mencari kesempatan dalam kesempitan ini," tegas dia.
"Namun demikian kami akan berusaha untuk memberikan distribusi yang terbaik agar hak-hak masyarakat yang memang berhak mendapatkan subsidi ini bisa mendapatkan dan tetap terjaga sehingga pasokan BBM bisa tetap berjalan dengan lancar," Mars Ega menambahkan.
Â
Â
B50 Diserbu Pengguna
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294552/original/057310000_1783843530-Pertamina_Perkuat_Kemandirian_Energi_Nasional_Melalui_Program_B50-3.jpeg)
Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra mengatakan biosolar B50 subsidi diserbu masyarakat. Dia mengaku tidak ada komplain signifikan dari penyaluran dan penggunaan B50 di masyrakat.
B50 belum lama ini diluncurkan pemerintah untuk menekan ketegantungan impor. Sebanyak 6.050 SPBU Pertamina sudah menyalurkan biodiesel B50. Mars Ega mengatakan, lebarnya perbedaan harga dengan produk non subsidi membuat biosolar B50 subsidi diserbu cukup banyak masyarakat.
"Memang saat ini dengan adanya disparitas harga yang cukup tinggi antara biosolar B50 subsidi dengan produk-produk non-subsidi, tentu saat ini ada peningkatan demand dari sektor biosolar subsidi," ungkap Mars Ega dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XII DPR, Selasa (8/9/2026).
Â
Â
Advertisement
Perbedaan Harga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305808/original/007603500_1784803380-WhatsApp_Image_2026-07-23_at_5.00.32_PM.jpeg)
Pertamina menjual biosolar subsidi Rp 6.800 per liter. Sedangkan, produk non-subsidi, Pertamina Dex dijual Rp 23.700 per liter dan Dexlite dijual Rp 25.200. Dengan begitu, ada selisih sekitar Rp 16.900 per liter dari keduanya.
Mars Ega mengatakan, respons masyarakat positif terhadap penggunaan B50. Dia mengeklaim belum ada komplain yang signifikan terhadap B50 tersebut.
"Kami selaku badan usaha yang menyalurkan BBM maupun LPG sampai dengan saat ini respon dari masyarakat untuk B50 secara umum baik itu dari sisi kualitas maupun dari sisi kuantitas itu berjalan dengan baik," ungkapnya.
"Call center kami juga terus memonitor atas komplain-komplain yang terjadi dan alhamdulillah sampai dengan saat ini tidak ada komplain yang signifikan dari sisi pengguna B50 khususnya untuk di sektor retail," imbuh Mars Ega.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7366296/original/044645100_1780146957-dedi_mulyadi-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5555013/original/059216600_1776139675-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-14T102537.741.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2978100/original/071030600_1574756669-20191126-SPBU-Pertamina-Sudah-Jual-Solar-Campur-Sawit-ANGGA-4.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294558/original/035037500_1783843547-Pertamina_Perkuat_Kemandirian_Energi_Nasional_Melalui_Program_B50-4.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341208/original/057101900_1788589877-Foto_2__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341020/original/065036300_1788571266-Foto_1__4_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340867/original/030729000_1788525985-Foto_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340095/original/036328400_1788480416-Pertamina_Patra_Niaga-4_September_2026a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338058/original/022479100_1788281432-PT_Pertamina_Patra_Niaga_menyesuaikan_harga_produk_Bahan_Bakar_Minyak__BBM__Nonsubsidi_Pertamax_Green_95-1_September_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338011/original/006887200_1788271330-Pertamina_Patra_Niaga_memastikan_pengelolaan_SAF-1_September_2026b.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3243886/original/008227900_1600662631-20200921-Pertalite-Harga-Premium-7.jpg)