PGN Konversi 75 Taksi Online ke BBG Gratis, Biaya Bahan Bakar Dapat Turun 55%

PGN ingin membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan gas bumi sebagai alternatif energi yang efisien.

Diterbitkan 08 September 2026, 20:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mengonversi 75 kendaraan taksi online (taksol) dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) melalui pemasangan kit BBG secara gratis pada 2026.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman mengatakan, program tersebut memberikan kesempatan kepada pengemudi untuk beralih dari BBM ke BBG tanpa menanggung biaya pemasangan perangkat konversi.

"Melalui program konversi BBG ini, kami ingin membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan memanfaatkan gas bumi sebagai alternatif energi yang efisien,” ujar Fajriyah di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

PGN memperkirakan 75 kendaraan penerima bantuan akan mengonsumsi sekitar 180.000 liter setara bensin (LSP) BBG dalam setahun dengan asumsi penggunaan rata-rata 8 LSP per hari untuk setiap kendaraan.

Penggunaan BBG dengan harga Rp 4.500 per liter untuk volume tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp 810 juta per tahun, sedangkan kebutuhan BBM dengan asumsi harga Rp 10.000 per liter mencapai sekitar Rp 1,8 miliar per tahun.

Perbedaan biaya tersebut membuat penggunaan BBG berpotensi memangkas pengeluaran bahan bakar sekitar Rp 990 juta per tahun atau sekitar 55% bagi 75 pengemudi penerima program.

Direktur Utama Gagas, Santiaji Gunawan, mengatakan proses konversi tidak hanya membutuhkan pemasangan kit BBG, tetapi juga membutuhkan dukungan teknis dan layanan setelah kendaraan beralih menggunakan BBG.

"Program konversi ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merasakan manfaat BBG, baik dari sisi efisiensi maupun penggunaan energi yang lebih bersih,” kata Santiaji.

Santiaji mengatakan Gagas juga memastikan aspek keselamatan, perawatan, dan layanan purnajual menjadi bagian dari dukungan kepada pengguna kendaraan hasil konversi.

 

Manfaat Konversi

Penanggung Jawab Administrasi Lapangan Komunitas Mobil Gas (Komogas), Riko, mengatakan biaya pemasangan kit menjadi salah satu hambatan pengemudi ketika ingin beralih ke BBG secara mandiri.

"Biaya pemasangan konverter secara mandiri cukup besar, sehingga program ini membuka kesempatan untuk beralih menggunakan BBG dengan lebih mudah," ujar Riko.

Riko mengatakan pengemudi taksol dapat langsung merasakan manfaat konversi ketika selisih harga BBG dan BBM menghasilkan penghematan pada penggunaan kendaraan sehari-hari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6