Rumah Hijau Nusantara Ciptakan Nilai Tambah dari Sampah Plastik

Program Rumah Hijau Nusantara mendorong sampah plastik menjadi sumber ekonomi berkelanjutan.

Diterbitkan 30 Juli 2026, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PGN, Pemkab Cilegon, dan komunitas kembangkan ekosistem daur ulang plastik.
  • Program ini mengubah sampah plastik jadi produk bernilai ekonomi berkelanjutan.
  • PGN bantu alat dan jadi penghubung offtaker untuk perluas pasar produk daur ulang.

Liputan6.com, Jakarta - Ekosistem Daur Ulang Plastik dikembangkan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) berkolaborasi dengan Pemkab Cilegon dan komunitas lokal guna memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Melalui Program Rumah Hijau Nusantara diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas pengolahan sampah khususnya sampah plastik, tetapi juga menyiapkan pasar bagi produk hasil daur ulang guna menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi mengatakan, program tersebut merupakan kelanjutan berbagai inisiatif PGN dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah bukan lagi dipandang sebagai limbah, melainkan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendorong ekonomi sirkular berbasis masyarakat,” katanya, melansir Antara, Kamis (30/07/2026).

Kolaborasi Perkuat Rantai Nilai Pengelolaan Sampah

Program ini dijalankan melalui kolaborasi dengan Pemkot Cilegon, Kertabumi Recycling Centre, National Geographic Indonesia, dan Bank Sampah Al-Bustaniyah Cilegon guna memperkuat rantai nilai pengelolaan sampah dari pengolahan hingga pemasaran. 

Dukungan perusahaan diwujudkan melalui penyerahan bantuan mesin pencacah, extruder, cold press, scroll & table saw, hingga oven kepada Bank Sampah Al-Bustaniyah demi memperluas peluang bisnis berbasis ekonomi sirkular.

Hasilnya, Program Rumah Hijau Nusantara sukses mengolah 871 kilogram sampah plastik dalam dua bulan terakhir menjadi ragam produk seperti furniture, tempat tisu, gantungan kunci, dan tasbih.

“Keberhasilan pengelolaan sampah ditentukan oleh terciptanya ekosistem yang mampu menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi masyarakat,” ucap Krisdyan.

PGN Perluas Pasar Produk Daur Ulang

Krisdyan berharap program ini tak berhenti pada bantuan alat pengolahan sampah, melainkan mampu menciptakan ekosistem berdampak ganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat. 

“Produk hasil olahan Bank Al-Bustaniyah diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh PGN, sehingga tercipta perputaran ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Melalui Program Rumah Hijau Nusantara, PGN bersiap menjadi penghubung offtaker bagi produk Bank Sampah Al-Bustaniyah guna memperluas komersialisasi pasar dan pendampingan UMKM.

Hilirisasi Jadi Kunci Ekonomi Sirkular

Disisi lain, Kadis Lingkungan Hidup Cilegon Sabri Malyudin menilai kunci pengelolaan sampah bukan sekadar infrastruktur, melainkan pembangunan budaya peduli lingkungan di masyarakat.

“Dalam pengelolaan sampah, pengembangan ekonomi sirkular perlu diikuti penguatan hilirisasi agar produk hasil pengolahan sampah memiliki pasar yang berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, penguatan hilirisasi menjadi kunci agar produk hasil pengolahan sampah terserap pasar dan berdampak langsung pada nilai tambah ekonomi warga.

Guna memperluas pemasaran, ia mendorong kolaborasi dengan Dinas Koperasi melalui ajang pameran dan berbagai kegiatan daerah.

Ia pun berharap Program Rumah Hijau Nusantara terus bertumbuh guna menghadirkan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Kota Cilegon.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6