Rayakan HUT RI Lewat Pameran Wastra dan Pohon Harapan

Pada tahun-tahun sebelumnya, JHL Group memperingati HUT Kemerdekaan melalui Pawai Nusantara.

Diterbitkan 18 Agustus 2026, 14:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya diwarnai upacara dan perlombaan. Di Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, JHL Group mengemas momentum kemerdekaan dengan memadukan budaya, kreativitas, kompetisi, dan hiburan.

Mengusung tema “Surat untuk Masa Depan”, JHL Festival 2026 digelar mulai Senin (17/8/2026), di area BAIC Tower serta lobby dan drop-off Episode Gading Serpong.

Festival tersebut melibatkan 21 unit bisnis JHL Group dan tidak hanya diperuntukkan bagi karyawan atau JHL Folks. Masyarakat umum serta tamu hotel Episode Gading Serpong juga dapat menikmati rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari.

Tema “Surat untuk Masa Depan” menjadi benang merah perayaan tahun ini. JHL Group mengajak para karyawan tidak hanya melihat budaya sebagai warisan masa lalu, tetapi juga memikirkan bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diteruskan dan diberi makna baru oleh generasi saat ini.

"Surat untuk Masa Depan juga menjadi refleksi atas perjalanan yang telah dilalui sekaligus gambaran mengenai harapan yang ingin diwujudkan pada masa mendatang,"ungkap COO JHL Group Megawati, Selasa (18/8/2026).

JHL Festival 2026 sekaligus menandai perubahan konsep perayaan kemerdekaan di grup tersebut. Sebab, pada tahun-tahun sebelumnya, JHL Group memperingati HUT Kemerdekaan melalui Pawai Nusantara. Setiap unit bisnis menampilkan pakaian adat dan mengangkat kekayaan budaya dari berbagai daerah di Indonesia.

"Tahun ini, konsep tersebut berkembang menjadi festival yang lebih terbuka. Budaya tidak hanya ditampilkan sebagai sesuatu yang harus dilestarikan, tetapi juga diolah melalui kreativitas agar tetap relevan dengan perkembangan zaman,"ungkap Megawati.

 

Identitas Nasionalisme

Dalam kegiatan tersebut, setiap unit bisnis mendapat kesempatan menerjemahkan kekayaan kain dan tekstil tradisional Indonesia melalui pendekatan yang lebih kontemporer.

Wastra Nusantara tidak sekadar dikenakan sebagai simbol budaya, tetapi menjadi medium bagi para JHL Folks untuk menunjukkan kreativitas sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan tradisi Indonesia melalui perspektif generasi masa kini.

Konsep ini menjadi bagian penting dari pesan JHL Festival 2026, yakni menjaga budaya bukan berarti membekukannya dalam bentuk lama, melainkan memastikan nilai dan identitasnya tetap hidup ketika zaman berubah.

Menurutnya, festival tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan karyawan dari berbagai unit bisnis dalam satu ruang kebersamaan.

“JHL Festival bukan sekadar hiburan, tetapi wadah untuk menyatukan seluruh JHL Folks. Hari ini kita melebur sebagai satu keluarga besar dan merayakan kemerdekaan bersama,” ujar Megawati.

Dia juga menyoroti kehadiran Pohon Harapan yang menjadi salah satu simbol utama dalam festival tersebut. Megawati menjelaskan, pohon tersebut merepresentasikan doa, cita-cita, dan harapan bersama bagi perjalanan JHL Group ke depan.

“Pohon Harapan menjadi simbol fondasi JHL Group yang kuat dan ambisi untuk terus tumbuh, baik bagi kemajuan perusahaan maupun kesejahteraan seluruh JHL Folks,” katanya.

Pesan tersebut kemudian dipertemukan dengan tema utama festival, “Surat untuk Masa Depan”. Keduanya membawa gagasan bahwa masa depan tidak hanya ditunggu, tetapi perlu dipersiapkan dan dibangun sejak sekarang.