Basarnas Lampung Perkuat Pencarian Jurnalis di Selat Sunda

Pencarian difokuskan pada titik yang sudah ditentukan Basarnas Banten.

Diterbitkan 09 September 2026, 10:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung mengerahkan dua unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk memperkuat operasi pencarian speed boat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Sebanyak delapan orang dilaporkan berada di dalam speed boat tersebut. Mereka terdiri dari seorang kapten kapal, anak buah kapal (ABK), guide, serta lima jurnalis dari sejumlah media.

Pengerahan tim SAR dari Lampung dilakukan setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung menerima Rencana Operasi SAR (Renops) H.2 dari Basarnas Banten, Rabu (9/9/2026) pukul 00.33 WIB.

Permohonan tersebut berkaitan dengan dukungan personel dan alat utama SAR untuk memperkuat pencarian terhadap speed boat beserta seluruh penumpangnya yang hingga kini masih hilang kontak.

Pada pukul 07.00 WIB, Basarnas Lampung langsung mengerahkan RIB 02 dengan tujuh personel dan RIB 03 dengan 10 personel menuju lokasi pencarian.

Kedua kapal tersebut bergerak untuk melakukan penyisiran sesuai search area atau area pencarian yang telah ditetapkan dalam Renops SAR H.2.

Basarnas Lampung Kerahkan 17 Personel

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansah mengatakan, pengerahan dua RIB merupakan bentuk dukungan Basarnas Lampung dalam operasi SAR gabungan di wilayah Selat Sunda.

Seluruh personel yang diberangkatkan telah dipersiapkan untuk melakukan pencarian secara terkoordinasi sesuai sektor yang telah ditentukan.

"Kami mengerahkan dua unit RIB beserta personel untuk mendukung operasi SAR di wilayah Selat Sunda. Tim akan melaksanakan pencarian sesuai search area yang telah ditetapkan dan berkoordinasi dengan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan," kata Deden, Rabu (9/9).

"Kami berharap upaya pencarian ini dapat segera menemukan kedelapan korban," lanjutnya.

Deden bilang, kondisi cuaca dan situasi di lapangan akan terus menjadi perhatian dalam menentukan pola pencarian. Pasalnya, operasi SAR dilakukan di wilayah perairan dengan cakupan area yang cukup luas.

Personel juga diminta tetap mengutamakan keselamatan selama menjalankan operasi pencarian.

 

Lima Jurnalis dalam Pencarian

Delapan orang yang hingga Rabu (9/9/2026) masih berstatus dalam pencarian terdiri dari Warta (55) selaku kapten kapal, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) sebagai guide.

Selain itu, lima jurnalis juga dilaporkan berada di dalam speed boat yang hilang kontak tersebut. Mereka yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Operasi pencarian melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan dari Lampung, di antaranya personel Pos SAR Bakauheni, kru KN SAR Basudewa, Lanal Lampung, Polairud, Mabes Polairud, Ditpolairud Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perhubungan, BPBD Lampung, hingga Institut Teknologi Sumatera (ITERA).

Selain dua unit RIB, sejumlah alat utama SAR juga dikerahkan dalam operasi pencarian, termasuk KRI Lepu, alat pelindung diri (APD), serta berbagai peralatan pendukung lainnya.

Seluruh unsur SAR gabungan bergerak berdasarkan rencana operasi dan sektor pencarian yang telah ditetapkan.

Hingga kini, keberadaan speed boat dan delapan orang di dalamnya masih terus dicari. Tim SAR gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik di perairan Selat Sunda guna menemukan para korban.

Basarnas Lampung memastikan dukungan terhadap operasi pencarian akan terus dilakukan secara terkoordinasi bersama seluruh unsur SAR gabungan.

"Upaya pencarian akan dioptimalkan dengan mengerahkan personel dan alat utama SAR yang tersedia, dengan tetap mengedepankan keselamatan seluruh petugas di lapangan," tandasnya.