Liputan6.com, Jakarta - Fungsi laci penyimpanan sayuran di kulkas ternyata lebih penting daripada sekadar menyediakan ruang tambahan untuk menyimpan bahan makanan. Bagian yang biasanya berada di paling bawah lemari pendingin ini dirancang untuk menciptakan kondisi yang lebih sesuai bagi buah dan sayuran segar, terutama dengan membantu mengatur kelembapan di sekitarnya.
Banyak orang masih menggunakan laci tersebut seperti rak biasa. Sayuran, buah, daun selada, cabai, hingga bahan makanan lain dimasukkan begitu saja tanpa memperhatikan pengaturan ventilasinya. Padahal, cara penggunaan laci dapat memengaruhi seberapa cepat bahan makanan kehilangan air, layu, matang, atau bahkan membusuk.
Dengan memahami cara kerja laci penyimpanan sayuran, isi kulkas bisa lebih terorganisasi dan bahan makanan berpotensi bertahan segar lebih lama. Penggunaan yang tepat juga dapat membantu mengurangi makanan yang terbuang hanya karena sudah layu atau terlalu cepat matang. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (9/8/2026).
Advertisement
Apa Fungsi Laci Penyimpanan Sayuran di Kulkas?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298912/original/019401500_1784186567-4b854820-505b-4b52-ac75-11cc11616b13.jpg)
Laci penyimpanan sayuran atau crisper drawer dirancang untuk menciptakan lingkungan yang berbeda dari bagian utama kulkas. Menurut Bon Appétit dan Southern Living, fungsi utama kompartemen ini berkaitan dengan pengendalian kelembapan.
Bagian utama kulkas umumnya memiliki sirkulasi udara dingin yang cenderung lebih kering. Kondisi tersebut bagus untuk berbagai bahan makanan, tetapi tidak selalu ideal untuk sayuran berdaun atau bahan segar yang mudah kehilangan air.
Laci sayuran memungkinkan kelembapan di sekitar bahan makanan diatur melalui ventilasi. Pada beberapa model kulkas, laci dilengkapi penggeser yang memungkinkan pengguna memilih pengaturan kelembapan tinggi atau rendah.
Dengan pengaturan tersebut, laci bukan hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi berfungsi sebagai ruang dengan kondisi yang lebih sesuai untuk jenis buah dan sayuran tertentu.
Mengapa Kelembapan Penting untuk Sayuran?
Sayuran segar secara alami mengandung banyak air. Setelah dipanen, proses kehilangan air tetap berlangsung. Jika sayuran berada di lingkungan yang terlalu kering, air dapat menguap lebih cepat sehingga teksturnya berubah.
Daun selada, bayam, kangkung, dan sayuran berdaun lainnya misalnya, dapat menjadi layu ketika kehilangan terlalu banyak air. Timun juga dapat kehilangan kerenyahannya apabila disimpan dalam kondisi yang kurang sesuai.
Menurut Southern Living, laci dengan kelembapan tinggi membantu mempertahankan kelembapan di sekitar bahan makanan. Ventilasi yang lebih tertutup membuat udara dan kelembapan lebih banyak tertahan di dalam laci.
Karena itu, salah satu fungsi laci penyimpanan sayuran di kulkas adalah mengurangi kehilangan air pada bahan makanan yang mudah layu.
Namun, bukan berarti semua makanan harus selalu disimpan dalam kondisi kelembapan tinggi. Beberapa jenis buah justru membutuhkan lingkungan dengan sirkulasi udara lebih besar.
Advertisement
Perbedaan Pengaturan Kelembapan Tinggi dan Rendah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
Jika kulkas memiliki laci dengan pengaturan high humidity dan low humidity, fitur tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
1. Pengaturan kelembapan tinggi
Pada posisi kelembapan tinggi, ventilasi biasanya lebih tertutup. Kondisi ini membantu mempertahankan kelembapan di dalam laci sehingga bahan makanan tidak cepat kehilangan air.
Pengaturan ini cocok untuk sayuran berdaun dan sejumlah sayuran yang mudah mengering. Bon Appétit menyebut selada, labu, dan mentimun sebagai contoh bahan yang dapat memperoleh manfaat dari kondisi kelembapan tinggi.
Sayuran seperti brokoli dan wortel juga termasuk bahan yang menurut Southern Living dapat disimpan pada laci dengan kelembapan lebih tinggi.
Prinsip sederhananya adalah: bahan makanan yang cepat layu karena kehilangan air cenderung lebih cocok dengan kelembapan tinggi.
2. Pengaturan kelembapan rendah
Pada pengaturan kelembapan rendah, ventilasi dibuka lebih lebar sehingga udara dapat bergerak keluar masuk. Kondisi ini membantu mengurangi penumpukan kelembapan sekaligus memungkinkan gas etilen lebih mudah keluar.
Etilen merupakan gas alami yang dilepaskan sejumlah buah ketika mengalami proses pematangan. Gas ini dapat mempercepat pematangan bahan makanan tertentu yang berada di dekatnya.
Menurut Bon Appétit, sirkulasi udara pada laci dengan kelembapan rendah membantu menyebarkan etilen sehingga proses pematangan dapat diperlambat.
Karena itu, pengaturan kelembapan rendah lebih sesuai untuk sejumlah buah yang menghasilkan etilen, terutama ketika ingin mengurangi risiko buah cepat terlalu matang.
Laci Sayuran Juga Membantu Memisahkan Bahan Makanan
Selain mengatur kelembapan, laci penyimpanan dapat membantu membuat isi kulkas lebih terorganisasi. Sayuran yang berukuran kecil tidak perlu bercampur dengan berbagai bahan makanan lain di rak utama.
Good Housekeeping menjelaskan bahwa laci crisper dapat membantu menjaga buah dan sayuran tetap terpisah dari bagian belakang kulkas. Hal ini penting karena bagian belakang kulkas dapat menjadi sangat dingin dan pada kondisi tertentu memiliki risiko pembentukan embun beku.
Pemisahan tersebut juga membantu mengurangi kemungkinan sayuran bersentuhan langsung dengan bahan makanan lain yang berpotensi menyebabkan kontaminasi.
Misalnya, daging mentah sebaiknya tidak ditempatkan bersama sayuran segar. Jika cairan dari daging bocor dan mengenai sayuran, risiko kontaminasi silang dapat meningkat.
Dengan demikian, fungsi laci penyimpanan sayuran di kulkas tidak hanya berkaitan dengan kesegaran, tetapi juga membantu menciptakan sistem penyimpanan yang lebih teratur.
Mengapa Buah dan Sayuran Sebaiknya Tidak Selalu Dicampur?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566464/original/084591100_1777186450-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal_Model_Menyusun_Ulang_Isi_Kulkas.jpg)
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah memasukkan semua buah dan sayuran ke dalam satu laci tanpa memperhatikan karakter masing-masing.
Beberapa buah menghasilkan etilen dalam jumlah yang dapat mempercepat pematangan bahan makanan di sekitarnya. Good Housekeeping menyebut beberapa contoh seperti apel, pir, alpukat, melon, serta buah berbiji seperti persik dan aprikot.
Di sisi lain, sayuran berdaun dan beberapa bahan segar lebih sensitif terhadap kondisi tersebut. Jika berada terlalu dekat dengan penghasil etilen, kualitasnya dapat menurun lebih cepat.
Karena itu, jika kulkas memiliki dua laci, salah satu cara praktis adalah menggunakan laci berbeda untuk kelompok bahan yang berbeda. Southern Living juga menyarankan penggunaan satu laci untuk kelembapan tinggi dan laci lainnya untuk kelembapan rendah jika kulkas memiliki dua kompartemen.
Pemisahan ini tidak harus selalu dilakukan secara kaku. Yang terpenting adalah memahami karakter bahan makanan dan menghindari kondisi yang membuatnya lebih cepat rusak.
Jangan Memasukkan Sayuran Terlalu Penuh
Kapasitas laci memang terlihat cukup besar, tetapi bukan berarti harus diisi sampai penuh.
Bon Appétit menjelaskan bahwa laci yang terlalu penuh dapat menghambat pergerakan udara. Kelembapan juga bisa terperangkap secara berlebihan sehingga menciptakan kondisi yang kurang baik bagi sebagian bahan makanan.
Sayuran yang ditumpuk terlalu padat juga lebih sulit diperiksa. Sayuran yang mulai rusak mungkin tertutup oleh bahan lain sehingga tidak segera diketahui. Pada akhirnya, satu bahan yang membusuk dapat memengaruhi bahan makanan di sekitarnya.
Sebaiknya sisakan sedikit ruang agar udara tetap dapat bergerak dan seluruh isi laci mudah terlihat. Dengan begitu, Anda juga lebih mudah mengambil sayuran yang harus segera digunakan.
Apakah Sayuran Harus Dicuci Sebelum Masuk Laci?
Mencuci sayuran sebelum disimpan memang terasa praktis karena bahan makanan sudah siap digunakan. Namun, Southern Living mengingatkan bahwa kelembapan berlebih dapat menjadi masalah, terutama jika sayuran disimpan dalam kondisi yang memang sudah lembap.
Air yang tertinggal pada permukaan sayuran dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur apabila tidak dikelola dengan baik.
Jika mencuci sayuran sebelum disimpan, pastikan permukaannya dikeringkan dengan baik. Untuk bahan tertentu, menyimpan dalam keadaan belum dicuci dan mencucinya menjelang penggunaan dapat menjadi pilihan yang lebih praktis.
Yang perlu diperhatikan adalah kondisi setiap bahan karena tidak semua buah dan sayuran memiliki kebutuhan penyimpanan yang sama.
Advertisement
Laci Sayuran Bisa Membantu Mengurangi Food Waste
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5231710/original/043165600_1748152462-Crisper_Drawer.jpg)
Sayuran yang cepat layu sering kali berakhir di tempat sampah sebelum sempat dimasak. Padahal, sebagian masalah tersebut dapat muncul karena bahan makanan disimpan dalam kondisi yang kurang tepat.
Good Housekeeping menekankan bahwa penyimpanan yang lebih terorganisasi dapat membantu mengurangi pemborosan makanan. Ketika bahan makanan mudah terlihat dan berada di tempat yang sesuai, kemungkinan untuk terlupakan di bagian belakang kulkas juga menjadi lebih kecil.
Pengaturan laci yang baik juga membuat penghuni rumah lebih mudah mengetahui persediaan sayuran. Misalnya, selada yang harus segera digunakan dapat ditempatkan di bagian depan, sedangkan bahan yang baru dibeli dapat disusun di belakang.
Kebiasaan sederhana ini membantu menerapkan prinsip menggunakan bahan makanan yang lebih dahulu dibeli sebelum membuka atau membeli persediaan baru.
Kesalahan yang Membuat Laci Sayuran Tidak Bekerja Maksimal
Ada beberapa kebiasaan yang dapat mengurangi manfaat laci crisper.
Pertama, mengabaikan pengaturan ventilasi. Jika laci memiliki pilihan kelembapan, gunakan sesuai jenis bahan makanan yang disimpan.
Kedua, mencampur terlalu banyak jenis bahan. Buah penghasil etilen dan sayuran yang sensitif sebaiknya tidak selalu ditempatkan berdekatan.
Ketiga, mengisi laci secara berlebihan. Kondisi terlalu padat dapat menghambat sirkulasi udara.
Keempat, membiarkan sayuran yang sudah rusak tetap berada di dalam laci. Segera singkirkan bagian yang busuk agar tidak memengaruhi bahan makanan lain.
Kelima, menyimpan bahan dalam kondisi terlalu basah. Kelembapan memang dibutuhkan oleh sebagian sayuran, tetapi air yang menggenang atau menempel berlebihan tetap dapat mempercepat kerusakan.
Cara Menggunakan Laci Sayuran agar Lebih Efektif
Agar fungsi laci penyimpanan sayuran di kulkas dapat dimanfaatkan secara maksimal, lakukan beberapa langkah sederhana.
Pertama, kelompokkan bahan makanan berdasarkan kebutuhan kelembapannya. Sayuran berdaun dan bahan yang mudah layu dapat ditempatkan di laci dengan kelembapan tinggi.
Kedua, gunakan pengaturan kelembapan rendah untuk bahan yang lebih membutuhkan sirkulasi udara, terutama buah-buahan tertentu yang menghasilkan etilen.
Ketiga, jangan mengisi laci hingga terlalu padat. Berikan ruang agar udara dapat bergerak dan bahan makanan tidak terjepit.
Keempat, periksa isi laci secara berkala. Buang bagian yang sudah busuk dan segera gunakan bahan yang mulai kehilangan kualitas.
Kelima, perhatikan suhu keseluruhan kulkas. Southern Living menyarankan suhu lemari pendingin sekitar 35–40°F atau sekitar 1,7–4,4°C untuk membantu memperlambat pembusukan. Namun, pengaturan suhu tetap perlu mengikuti rekomendasi produsen kulkas masing-masing.
Dengan langkah tersebut, laci sayuran tidak lagi diperlakukan sebagai sekadar kotak penyimpanan. Fitur sederhana ini dapat menjadi bagian penting dari strategi menjaga kualitas bahan makanan di rumah.
Tanya Jawab Seputar Kulkas
1. Apa fungsi utama laci penyimpanan sayuran di kulkas?
Fungsi utamanya adalah membantu mengatur kelembapan di sekitar buah dan sayuran sehingga bahan makanan tertentu dapat tetap segar lebih lama. Laci juga membantu memisahkan produk segar dari bahan makanan lain di dalam kulkas.
2. Apakah semua sayuran harus disimpan di laci kulkas?
Tidak selalu. Sebagian besar sayuran yang memang membutuhkan suhu dingin dapat memperoleh manfaat dari laci sayuran, tetapi kebutuhan setiap bahan berbeda. Ada pula sayuran tertentu yang lebih baik disimpan di luar kulkas sesuai karakteristiknya.
3. Apa arti high humidity pada laci kulkas?
High humidity berarti pengaturan kelembapan tinggi. Ventilasi biasanya lebih tertutup sehingga kelembapan lebih banyak tertahan di dalam laci. Pengaturan ini cocok untuk banyak sayuran berdaun dan bahan yang mudah layu.
4. Mengapa sayuran di dalam laci kulkas malah membeku?
Salah satu penyebabnya dapat berupa suhu kulkas yang terlalu rendah, posisi penyimpanan yang terlalu dekat dengan bagian yang sangat dingin, atau laci yang terlalu penuh sehingga sirkulasi udara tidak berjalan optimal. Coba periksa pengaturan suhu dan beri ruang di antara bahan makanan.
5. Apakah buah dan sayuran boleh disimpan dalam satu laci?
Boleh, tetapi sebaiknya perhatikan karakter masing-masing bahan. Buah tertentu menghasilkan etilen yang dapat mempercepat pematangan dan memengaruhi bahan makanan yang sensitif. Jika memungkinkan, gunakan laci terpisah untuk kelompok buah dan sayuran tertentu.
Â
Â
Â
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307986/original/033339200_1785125047-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-27T110150.449.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5414739/original/008691500_1763347745-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-17T094821.756.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480209/original/055827300_1769049427-53be1b51-4a07-4337-a7d7-3ea2480321b2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343335/original/092273200_1788851870-HOAX__12_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310232/original/060540000_1785310828-600a9f69-4cd8-4820-8d81-ef52afa03ffd.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4812625/original/047453500_1714032458-IMG_2196.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5483939/original/054865500_1769408172-pohot_alpukan_berbunga.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343820/original/057650100_1788919013-ChatGPT_Image_9_Sep_2026__08.55.48.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2397896/original/055165200_1541065562-photo-1524108878281-f9d6d7c09a3c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340408/original/008202300_1788504660-B7dq6NL9S1VyzV4r10J9n3v2UY5yxgGjUBiVrxWA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343825/original/010848000_1788919077-9020011a-cb13-4baf-9acd-17450c7e6715.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3133009/original/069410900_1589908304-3482876.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5330810/original/054199300_1756368009-ChatGPT_Image_28_Agu_2025__14.58.30.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343803/original/064406200_1788914895-ChatGPT_Image_9_Sep_2026__07.43.21.jpg)