Kekeringan Melanda 16 Desa Trenggalek, Ibas Salurkan Bantuan Air Bersih

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke setiap desa, dan penyaluran akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan agar bantuan merata.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 16:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR Daerah Pemilihan (Dapil) VII Jawa Timur, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyalurkan bantuan air bersih bagi warga Kabupaten Trenggalek yang terdampak bencana kekeringan, Rabu (5/8).

Sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke setiap desa, dan penyaluran akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan agar bantuan merata ke seluruh wilayah terdampak.

"Air bersih adalah kebutuhan paling mendasar. Kami ingin memastikan warga yang terdampak kekeringan tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka. Bantuan ini akan terus kami salurkan sampai merata," ujar Ibas.

Ia menyampaikan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Trenggalek, kekeringan melanda sejak awal Agustus dan telah berdampak pada 16 desa yang tersebar di delapan kecamatan.

Akibatnya, warga hanya mengandalkan sumber mata air untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, pada musim kemarau, sumber tersebut kerap mengering sehingga warga kesulitan memperoleh air bersih.

"Bagi warga, air bukan sekadar kebutuhan untuk minum dan memasak, tetapi juga menyangkut kebutuhan mandi, mencuci, hingga mengurus ternak dan lahan," jelas Ibas.

Sumber Mata Air Mengering

Ibas mengatakan, ketika sumber mata air mengering, sebagian warga terpaksa menempuh jarak yang jauh atau menunggu giliran hanya untuk memperoleh beberapa jeriken air. Kondisi itu terasa berat, terutama bagi lansia, anak-anak, dan keluarga dengan keterbatasan.

"Kami berterima kasih kepada BPBD dan dinas terkait atas kerja samanya. Dengan pemetaan yang baik, bantuan bisa sampai ke desa-desa yang paling membutuhkan. Kami tidak ingin ada warga yang terlewat," tutup Ibas.

Sebagai informasi, sejak Rabu (5/8), Tim EBY bergerak ke Desa Ngulanwetan, Kecamatan Pogalan, untuk menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada sekitar 150 kepala keluarga.

Dalam pelaksanaannya, Ibas dan tim berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Trenggalek serta dinas terkait untuk memetakan desa-desa yang terdampak.