Toyota Siapkan Mobil Listrik EREV Buatan China, Produksi Mulai 2027

Toyota dikabarkan tertarik untuk bermain di segmen mobil listrik jarak jauh, atau extended-range electric vehicle (EREV) di China

Diterbitkan 22 September 2026, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Toyota dikabarkan tertarik untuk bermain di segmen mobil listrik jarak jauh, atau extended-range electric vehicle (EREV) di China. Langkah tersebut, sebagai bagian dari upaya jenama asal Jepang tersebut, untuk memperluas pilihan kendaraan elektrifikasinya, sekaligus memperkuat posisi di pasar terbesar di dunia ini.

Disitat dari Asia Nikkei, produksi untuk EREV Toyota ini akan dimulai pada musim semi 2027.

Produksi awal EREV Toyota di Tiongkok ini, hanya akan beberapa ratus unit saja per bulan.

Namun, raksasa otomotif Negeri Sakura ini, akan menargetkan kapasitas sekitar 200 ribu unit sepanjang 2027, sebelum meningkat menjadi sekitar 400 ribu unit pada 2028.

Sebelumnya, Toyota telah menawarkan mobil listrik murni atau BEV, termasuk bZ3X yang dikembangkan untuk pasar China.

Kini, Toyota memperluas pilihan teknologi dengan menghadirkan sistem penggerak jarak jauh melalui EREV.

Secara konsep, EREV menawarkan pengalaman berkendara seperti mobil listrik, karena roda digerakkan motor listrik.

Namun, model EREV ini memiliki mesin pembakaran internal, yang digunakan untuk menghasilkan listrik, sehingga pengemudi tidak sepenuhnya bergantung kepada infrastruktur pengisian daya ketika melakukan perjalanan jauh.

Toyota juga melihat kendaraan dengan kemampuan perjalanan jarak jauh, sebagai salah satu pilar penting dalam strategi elektrifikasinya.

 

Penjualan Elektrifikasi Toyota

Pada 2025, Toyota mencatat penjualan sekitar 200 ribu unit BEV, dan sekitar 180 ribu unit plug-in hybrid (PHEV) secara global.

Sementara itu, dengan produksi yang dilakukan di China, Toyota berupaya mempercepat pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen lokal.

Kehadiran EREV juga memperlihatkan bagaimana Toyota mulai memperluas pendekatan elektrifikasinya, tidak hanya mengandalkan BEV, tetapi juga teknologi yang menawarkan fleksibilitas lebih untuk perjalanan jarak jauh.