Ada Koperasi Merah Putih di Tengah TPA Makassar

Warga mempertanyakan alasan pembangunan koperasi merah putih di area tersebut.

OlehFauzan
Diterbitkan 04 Agustus 2026, 17:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Keberadaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar, menjadi sorotan. Koperasi tersebut berdiri di area yang dikenal sebagai lokasi pembuangan sampah terbesar di Kota Makassar.

Perbincangan soal lokasi kopdes tersebut bermula setelah sebuah video berdurasi 32 detik diunggah akun Instagram @kulitintamks pada Senin (3/8/2026). Dalam rekaman tersebut, seorang pria memperlihatkan kondisi TPA Antang sebelum mengarahkan kameranya ke bangunan yang disebut sebagai Kopdes Merah Putih.

Sambil mengendarai sepeda motor, pria tersebut menyoroti keberadaan koperasi yang berada di tengah kawasan TPA. Dia menyebut lokasi itu sebagai tempat penampungan sampah warga Makassar dan mempertanyakan alasan pembangunan koperasi di area tersebut.

"Bagi yang belum tahu, ini namanya TPA. Sampahnya kalian semua, warga Makassar. Tapi ada yang lebih mantap dari TPA itu sendiri. Ini, ada Kopdes, coy, di TPA," ucap pria dalam video yang kemudian ramai dibagikan warganet.

Menanggapi video yang viral tersebut, Camat Manggala Ahmad Nongko mengaku tidak mengetahui proses pembangunan Kopdes Merah Putih di kawasan TPA Antang. Menurutnya, bangunan itu sudah berdiri sebelum dirinya menjabat sebagai camat.

"Saya kurang paham soal lokasi pembangunannya karena saat saya dilantik, bangunannya memang sudah ada," kata Ahmad saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).

Dia menduga pembangunan koperasi tersebut berada di bawah koordinasi jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena itu, Ahmad menyarankan agar penjelasan mengenai proses pembangunan dan penentuan lokasi dikonfirmasi kepada pihak Danramil setempat.

"Saya lihat Danramil dan jajaran yang koordinir. Lebih baik kita tanyakan ke Pak Danramil," ujarnya.

Saat ditanya mengenai kelayakan lokasi Kopdes Merah Putih yang berada di kawasan TPA, Ahmad memilih tidak memberikan penilaian. Dia mengaku tidak berada pada posisi untuk mengomentari apakah lokasi tersebut layak atau tidak dijadikan sebagai tempat operasional koperasi.

"Saya tidak bisa berkomentar soal layak atau tidaknya lokasi tersebut," tutupnya.

Menko Pangan Akui Ada Kendala Lahan

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui masih ada sejumlah wilayah yang menghadapi kendala penyediaan lahan untuk pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Menurutnya, persoalan tersebut menjadi salah satu tantangan dalam percepatan pembentukan koperasi di berbagai daerah.

Pengakuan itu disampaikan Zulhas saat membuka Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Makassar, Selasa (4/8/2026). Dia mengatakan keterbatasan lahan di sejumlah desa kemudian memunculkan berbagai narasi di media sosial yang menggambarkan seolah-olah Kopdes Merah Putih dibangun di lokasi-lokasi yang tidak lazim.

"Banyak desa memang masih belum terbangun karena kendala lahan. Akhirnya muncul konten-konten seolah-olah bangunannya ada di tengah kuburan, di tengah sawah, di tengah laut, dan macam-macam lagi," kata Zulhas.

Belakangan, program Kopdes Merah Putih memang menjadi perhatian publik setelah beredar sejumlah unggahan di media sosial yang mempertanyakan lokasi pembangunan koperasi. Salah satunya terkait temuan sejumlah titik Kopdes di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, yang pada fitur pemetaan aplikasi Simkopdes tampak berada di atas laut.

Menanggapi hal itu, Zulhas menilai narasi yang menyebut koperasi dibangun di tengah laut tidak masuk akal. Dia menegaskan masyarakat perlu membedakan antara kesalahan data pemetaan dengan kondisi pembangunan yang sebenarnya.

"Ya, bagaimana mau bangun di tengah laut? Bagaimana mengecor semennya?" ujarnya.

Selain isu lokasi di atas laut, media sosial juga diramaikan dengan konten yang menarasikan bangunan Kopdes Merah Putih berdiri di area kuburan maupun lokasi lain yang dianggap tidak semestinya. Menurut Zulhas, berbagai konten tersebut berkembang di tengah proses penyediaan lahan yang belum sepenuhnya tuntas di sejumlah desa.

Ketua Umum PAN itu menduga berbagai narasi tersebut sengaja dimainkan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan program Kopdes Merah Putih berjalan optimal. Meski demikian, pemerintah akan tetap melanjutkan program tersebut karena diyakini mampu memperkuat ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Ini saya kira memang mungkin ada yang terganggu sehingga menyerang seperti itu. Kita enggak tahu. Tetapi kita ingin terus saja berbuat baik agar bisa menghentaskan kemiskinan, ekonomi desa bisa tumbuh, orang bisa bekerja," kata Zulhas.