Liputan6.com, Jakarta - Jagat maya sedang dihebohkan oleh sebuah nama Siti Mawarni. Tetapi, ini bukan soal drama percintaan, melainkan sebuah lagu karya Amin Wahyudi Harahap, musisi asal Labuhanbatu, yang sukses mengacak-acak algoritma Instagram hingga Threads.
Saking penasarannya publik, nama "Siti Mawarni" bahkan nangkring di puncak Google Trends pada Jumat (24/4/2026). Namun, di balik nadanya yang bikin terngiang-ngiang, lagu ini menyimpan "taring" yang cukup tajam.
Lirik "Siti Mawarni" bukan sekadar rangkaian kata tanpa makna. Amin Wahyudi Harahap menggunakan lagu ini sebagai medium untuk memotret realitas pahit di Sumatera Utara darurat narkotika.
Advertisement
Gaya bahasa yang lugas dan emosional membuat lagu ini menjadi "pengeras suara" bagi keresahan warga yang selama ini terpendam. "Siti Mawarni" seolah mewakili jeritan hati masyarakat yang ingin lingkungan mereka bersih dari jeratan barang haram tersebut.
Reaksi Polda Sumut
Lalu apa bagaimana reaksi Polda Sumut menyikapi lagu yang berangkat dari fenomena sosial di lingkungan warga? Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, memberikan apresiasi positif.
"Kami tidak merasa tersindir. Sebaliknya, ini adalah bentuk perhatian dan dukungan nyata dari masyarakat terhadap upaya pemberantasan narkoba," ujar Kombes Pol Ferry.
Pihak Polda Sumut menegaskan bahwa lagu ini adalah aspirasi publik yang positif dan konstruktif. Polda Sumut tetap berkomitmen penuh menyikat habis jaringan narkotika. Karya seni seperti ini justru membantu kepolisian memetakan keresahan di akar rumput.
Kini, "Siti Mawarni" tidak lagi dipandang hanya sebagai sebuah karya musik yang enak didengar sambil minum kopi. Lagu ini telah bermutasi menjadi simbol perlawanan sosial dan media komunikasi antara rakyat dengan pemangku kebijakan.
Fenomena ini membuktikan bahwa musik masih menjadi senjata paling ampuh untuk menyampaikan kritik tanpa harus kehilangan estetika.
Advertisement
Alasan Pencipta Memilih Nama Siti Mawarni
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566429/original/099214300_1777183912-Siti_Mawarni.jpg)
Lagu itu diciptakan oleh Amin Wahyudi Harahap, warga Labuhanbatu, yang menuangkan keresahan pribadinya terkait maraknya narkotika ke dalam sebuah karya musik. Amin menjelaskan bahwa “Siti Mawarni” bukanlah sosok nyata, melainkan karakter fiktif yang ia ciptakan untuk mendukung lirik lagu.
“Siti Mawarni ini adalah tokoh fiktif. Pertama ini mau saya buat Siti Markonah, tapi Siti Markonah itu lebih terkenal di Betawi, di daerah Jakarta. Jadi saya buat ke arah daerah saya, apalagi daerah saya kan daerah puisi, daerah Melayu,” kata Amin dalam wawancara dengan Liputan6.com, Minggu (26/4/2026).
Ia juga menambahkan alasan pemilihan nama tersebut berkaitan dengan pertimbangan budaya dan agama. Menurutnya, tidak tepat jika menyandingkan nama besar dalam Islam dengan tema yang berkaitan dengan narkotika.
“Jadi kalau pantun tuh biasa itu pakai nama orang, pakai nama buah. Jadi saya buat aja nama Siti Mawarni, ini tokoh fiktif. Solehudin juga tokoh fiktif, untuk mendukung lirik lagu itu. Maka di awal tadi saya bilang, tak elok rasanya, tak elok dalam hati Siti Fatimah binti Rasulullah saya sandingkan dengan lirik narkoba gitu. Makanya saya ganti jadi Siti Mawarni. Itu kira-kira,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amin menceritakan bahwa lagu “Siti Mawarni” lahir dari kegelisahan maraknya peredaran narkoba di wilayahnya yang dinilainya seperti tidak kunjung selesai.
“Jadi yang pertama itu adalah keresahan di dalam hati kita tentang maraknya narkoba. Apalagi kita buka media sosial sehari ini, ternyata penangkapan narkoba, penangkapan narkoba. Artinya dari mulai kita masih muda sampai saat ini usia 42 tahun, kenapa sih narkoba ini nggak habis. Kita tidak menyalahkan pejabat sekarang atau terdahulu, tapi kenapa ini tidak habis-habis,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kekhawatiran tersebut didasari atas rasa tanggung jawab sebagai orang tua untuk melindungi masa depan generasi muda, termasuk anak-anaknya.
“Saya punya anak-anak gadis, punya anak muda. Yang saya khawatirkan narkoba ini nggak habis-habis,” tambahnya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566519/original/061664800_1777190966-IMG_5802.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6304438/original/018158900_1779178898-bnn4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566429/original/099214300_1777183912-Siti_Mawarni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566496/original/056899600_1777187807-1001196590.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566487/original/046837000_1777187682-IMG-20260426-WA0011.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566339/original/054530200_1777176393-IMG-20260426-WA0005.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566307/original/067156600_1777173319-Daycare_Anak.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566309/original/022910800_1777174060-Daycare.webp)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566308/original/056144600_1777173248-Daycare_Yogya.jpg)