Penyebab Kebakaran Gunung Buthak Meluas dan Sulit Padam

Luas area yang terbakar mencapai 400 hekater.

Diterbitkan 10 September 2026, 12:36 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Petak 100, Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Kebakaran yang berkobar sejak Selasa (1/9/2026) di kawasan Gunung Buthak dan Gunung Kawinajang ini diperkirakan telah melahap area seluas 400 hektare.

​Hingga Kamis (10/9/2026), tim gabungan masih mendapati sejumlah titik api aktif di lereng Gunung Kawinajang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, mengonfirmasi bahwa kendala utama pemadaman darat terletak pada medan yang ekstrem dan cuaca yang tak bersahabat.

​"Di lereng Kawinajang masih menyisakan titik api kecil dengan vegetasi semak belukar. Kontur lereng sangat curam dan sulit dijangkau personel," ujar Purwoto, Kamis (10/9/2026)

​Selain medan terjal, kabut tebal kerap menyelimuti lokasi kebakaran. Jarak pandang yang sangat terbatas tidak hanya mengganggu upaya pemadaman, tetapi juga mengancam keselamatan para petugas di lapangan.

​Untuk meminimalisasi risiko penyebaran api yang lebih luas, petugas mengambil langkah taktis. Di antaranya pembukaan sekat bakar, Personel di lapangan memutus jalur api sebelum ditarik mundur ke Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana.selain itu, pemantauan api dialihkan dari area aman, yakni Pos Lapang dan titik pantau Bendosari.

"Kami menggandeng Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) 8 Surabaya untuk merumuskan strategi penanganan di area kritis," tambahnya.

​Ancaman karhutla semakin meluas setelah garis api sepanjang 500 meter terdeteksi di kawasan Gunung Malang, Desa Pujon Kidul. Ratusan personel gabungan dari BPBD Jatim, BPBD Kota Batu, TNI, Polri, Perhutani, hingga relawan lokal dikerahkan total untuk membendung kobaran api agar tidak merembet ke vegetasi hutan induk.

​"Penanganan terpadu dan pemantauan berkala terus dioptimalkan untuk mengendalikan api serta mencegah munculnya titik api baru di wilayah terdampak" paparnya.