Sederet Kebiasaan Sepele yang Bikin Wajah Cepat Tua dan Picu Penuaan Dini

Penuaan dini pada kulit terjadi ketika tanda-tanda penuaan terlihat lebih awal dibandingkan usia kronologis seseorang.

Diterbitkan 10 September 2026, 12:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Merawat kulit wajah tidak selalu berarti harus melakukan rutinitas yang rumit. Kebiasaan sepele justru dapat ikut mempengaruhi kondisi kulit dalam jangka panjang.

Kurang minum air, jarang bergerak, tidur tanpa membersihkan makeup, dan terlalu lama duduk merupakan beberapa kebiasaan yang disebut dapat berkaitan dengan proses penuaan dini. Kebiasaan tersebut mungkin terasa sederhana dan sering dilakukan tanpa disadari.

Namun, jika terus berlangsung, berbagai faktor dari gaya hidup dapat berkontribusi terhadap munculnya tanda-tanda penuaan dini pada kulit. Tanda tersebut dapat berupa garis-garis halus, kulit terlihat kusam, perubahan pigmentasi, dan  tekstur kulit yang tidak merata.

Melansir Scan Skin AI, Kamis (10/9/2026), penuaan dini pada kulit terjadi ketika tanda-tanda penuaan terlihat lebih awal dibandingkan usia kronologis seseorang. Proses ini berkaitan dengan berbagai faktor dari luar tubuh yang mempengaruhi kulit, sehingga sebagian di antaranya dapat diperlambat melalui perubahan kebiasaan.

Salah satu kebiasaan yang sering luput diperhatikan adalah tidak memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Menurut Health, bekerja terus-menerus tanpa mengambil jeda dapat membuat sistem saraf simpatik tetap aktif dan berkaitan dengan kelelahan, perubahan suasana hati, serta melemahnya sistem kekebalan tubuh.

Selain kebiasaan tersebut, masih ada sejumlah aktivitas sehari-hari lainnya yang tanpa disadari dapat berkontribusi terhadap proses penuaan dini. Berikut beberapa kebiasaan sepele sehari-hari yang perlu diperhatikan.

Terpaku pada Perangkat

AirPods dan headphone memang dapat membantu berkonsentrasi atau mengurangi kebisingan di sekitar. Namun, penggunaannya secara terus-menerus juga dapat membuat otak dan sistem pendengaran terus menerima rangsangan tanpa cukup waktu untuk beristirahat.

Ahli neuroradiologi sekaligus pakar umur panjang, Dr Kavin Mistry, mengatakan penggunaan headphone dalam waktu lama dapat membuat sistem pendengaran bekerja secara berlebihan dan menyebabkan kelelahan perhatian. Kondisi tersebut juga dapat membuat otak lebih sulit memasuki keadaan istirahat dan melakukan pemulihan.

Kebiasaan terus terpaku pada smartphone juga dapat membuat sistem saraf berada dalam kondisi siaga. Terlebih jika seseorang jarang beristirahat dari layar, media sosial, atau aktivitas yang padat.

Karena itu, memberikan jeda dari perangkat digital dapat menjadi salah satu kebiasaan sederhana yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan tubuh.

Kurang Bersosialisasi

Kehidupan sosial dapat memengaruhi kondisi fisik dan mental. Rasa terputus dari orang lain dapat membuat tubuh berada dalam kondisi stres yang berlangsung terus-menerus, yang kemudian dapat berdampak pada suasana hati, daya ingat, dan kesehatan secara umum.

Tetap meluangkan waktu berada di sekitar orang lain melalui aktivitas yang memang disukai atau memiliki target tertentu yang akan membawa kegembiraan dan motivasi, serta menemukan komunitas sosial lewat hobi yang sama.

Selain itu, kebiasaan membiarkan pikiran negatif juga dapat memengaruhi kesejahteraan dalam jangka panjang. Lakelyn Eichenberger, gerontolog sekaligus juru bicara Home Instead, menjelaskan, "Emosi negatif yang berlangsung terus-menerus dapat berkaitan dengan peradangan kronis dan stres."

Untuk mengatasinya, seseorang dapat mencoba mencatat pengalaman positif, mengungkapkan rasa syukur, serta mengurangi paparan terhadap lingkungan atau media yang berdampak buruk pada suasana hati.

Cara Memperlambat Penuaan Dini

Setelah mengenali kebiasaan yang dapat mempercepat penuaan dini, perubahan rutinitas sehari-hari dapat dilakukan untuk membantu memperlambat munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit. Penempatkan penggunaan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih sebagai salah satu langkah utama yang perlu dilakukan setiap hari untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Selain perlindungan dari sinar matahari, tidur selama tujuh hingga sembilan jam juga dapat mendukung proses alami tubuh pada malam hari. Pola makan turut diperhatikan, terutama dengan mengurangi asupan gula tambahan yang dikaitkan dengan proses glikasi.

Dalam rutinitas perawatan kulit, retinoid dan serum antioksidan seperti vitamin C juga disebut dapat menjadi pilihan untuk mendukung perawatan kulit. Kelembapan kulit juga perlu dijaga dengan bahan seperti ceramide, asam hialuronat, dan niacinamide yang membantu mendukung lapisan pelindung kulit.