Banten Siapkan Pemuda Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Urusan ketahanan pangan harus berjalan berkelanjutan dan para pemuda di wilayah setempat dapat berperan aktif dalam pelaksanaannya.

Diterbitkan 12 Agustus 2025, 14:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tengah menyiapkan para pemuda di wilayahnya untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional, salah satunya melalui dukungan penuh terhadap Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan Banten memiliki potensi sumber daya alam sekaligus sumber daya pemuda yang sangat besar. Oleh karena itu, Pemprov Banten berkomitmen memaksimalkan potensi tersebut.

"Harus kita maksimalkan, pemuda-pemuda Banten punya potensi untuk menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan," katanya seperti dilansir Antara, Rabu (12/8).

Langkah strategis Pemprov Banten ini merupakan bentuk respons cepat dan sinergi daerah terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara swasembada pangan.

Andra menegaskan urusan ketahanan pangan harus berjalan berkelanjutan dan para pemuda di wilayah setempat dapat berperan aktif dalam pelaksanaannya.

Sebagai wujud nyata dari persiapan tersebut, Pemprov Banten memfasilitasi dan mendukung Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan yang akan digelar di Wanasalam, Kabupaten Lebak, pada 19-28 Oktober 2026.

Ketua Panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan 2026 Cecep Pria Erawan menjelaskan ajang ini didesain agar pemuda dapat berkumpul, menerima materi teori, sekaligus langsung melakukan praktik di lapangan.

"Pelaksanaan jambore nantinya akan diisi dengan kegiatan teori dan praktik, termasuk pelatihan budi daya ikan nila dan ikan lele," ujar Cecep.

Pemprov Banten menargetkan apabila program pembekalan pemuda melalui jambore di Lebak ini membuahkan hasil yang memuaskan, konsep tersebut akan didorong untuk direplikasi secara luas.

"Apabila nanti percontohan di Banten bagus hasilnya, maka kami akan menjadikannya sebagai percontohan tingkat nasional. Mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, karena ini dari Banten untuk Indonesia," paparnya.