Kebakaran Kios Bensin di Sukabumi Picu Kemacetan Panjang di Jalan Desa

Insiden kebakaran menghanguskan sebuah kios bensin eceran di Kampung Cimuncang, RT 04/07, Desa Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu sore (15/4/2026).

Diterbitkan 15 April 2026, 19:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Sukabumi - Insiden kebakaran menghanguskan sebuah kios bensin eceran di Kampung Cimuncang, RT 04/07, Desa Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Rabu sore (15/4/2026). Peristiwa ini sempat memicu kemacetan panjang di jalur perbatasan antara Desa Kebonpedes dan Desa Pasirhalang.

Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani, yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 17.20 WIB. Mengingat lokasi kebakaran berada di pinggir jalan utama yang padat, arus lalu lintas langsung mengalami gangguan.

"Lalu lintas sempat tersendat antara 30 sampai 45 menit, bahkan (dampaknya) sampai jam 6 sore itu. Lumayan lama tadi kemacetannya," ungkap Dadan saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Dadan menjelaskan bahwa kepanikan sempat melanda warga sekitar karena api membesar dengan cepat. Sebelum petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba, warga secara swadaya berusaha memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain.

"Warga sekitar sempat panik dan bersama-sama, mungkin yang terdekat di situ, memadamkan api dengan menyiramkan air dan tak lama langsung datang Damkar," tambahnya.

Mengenai pemicu kebakaran, dugaan sementara mengarah pada kelalaian berupa puntung rokok. Pasalnya, area di sekitar kios tersebut memang kerap dijadikan tempat berkumpul atau tempat mangkal para pengemudi ojek online.

"Bersumber dari puntung rokok kayaknya. Kan di situ memang suka banyak yang kumpul-kumpul pengemudi ojek online di situ," jelas Dadan.

Meski kios milik seorang mantan petugas SPBU tersebut rata dengan tanah dan menyisakan puing-puing, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp15.000.000. Saat berita ini > diturunkan, arus lalu lintas di lokasi kejadian dilaporkan sudah kembali > berangsur normal.Â