Mudik Lebaran 2026, 3 Juta Tiket Penyeberangan Tersedia untuk Jalur Selat Sunda

Sebanyak 3 juta tiket penyebrangan disediakan untuk melayani rute Selat Sunda dalam periode mudik lebaran 2026.

Diterbitkan 27 Februari 2026, 23:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan 3 juta tiket penyebrangan untuk melayani rute Selat Sunda. Jumlah tersebut diprediksi akan meningkat mendekati puncak arus mudik Idul Fitri 2026.

Kemenhub sendiri memprediksi ada sekitar 11,17 juta orang akan bepergian dari Pulau Jawa menuju Sumatera dan sebaliknya melalui berbagai macam jalur.

"Berdasarkan proyeksi regulator, lintasan Merak-Bakauheni diperkirakan dilalui sekitar enam juta penumpang," ujar Dirut PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, dalam keterangan resminya, Jumat, (28/02/2026).

Untuk mengurangi penumpukan kendaraan pemudik, sejumlah lokasi delaying system telah disiapkan, yakni Rest Area KM 13 A, KM 43 A, KM 68 A, Cikuasa Atas untuk wilayah Merak, serta JLS Ciwandan untuk kawasan Pelabuhan Ciwandan.

Pemerintah juga akan mengoperasikan pelabuhan lain selama arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, serta PT Krakatau Bandar Samudera-Pelabuhan Panjang.

"ASDP menyiagakan 75 kapal sesuai pengaturan operasional serta menambah Dermaga Ekspres menjadi dua unit, guna mempercepat proses muat kendaraan," terangnya.

 

Prediksi Pergerakan Angkutan Lebaran

Secara nasional, ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau meningkat 9,4 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara itu, pergerakan kendaraan diperkirakan menembus 1,4 juta unit atau naik 9,3 persen.

PT ASDP Indonesia Ferry juga akan menerapkan satu harga tiket atau single tarif untuk seluruh dermaganya, sehingga tidak ada lagi dermaga eksekutif ataupun reguler.

Kebijakan single tarif di Pelabuhan Merak berlaku pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, serta di Pelabuhan Bakauheni pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.

"Skema ini mencakup pejalan kaki dan kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, hingga VIA guna mendukung distribusi layanan yang lebih merata pada puncak arus pergerakan," jelasnya.