ASDP Respons Peningkatan Arus Kendaraan di Lintasan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan yang terus meningkat di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi)-Gilimanuk.

Diterbitkan 04 April 2026, 06:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • ASDP merespons antrean panjang di Ketapang-Gilimanuk akibat peningkatan truk logistik.
  • Pengaturan pola muatan di dermaga memisahkan kendaraan penumpang dan logistik untuk efisiensi.
  • Optimalisasi operasional kapal dan penggunaan buffer zone mengurangi kepadatan antrean kendaraan.

Liputan6.com, Jakarta - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) bergerak cepat merespons peningkatan arus kendaraan yang terus meningkat di penyeberangan Ketapang (Banyuwangi, Jawa Timur)-Gilimanuk (Bali) khususnya truk logistik melalui langkah taktis dan kolaboratif lintas sektor.

Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menyampaikan, perusahaan mengedepankan penanganan terintegrasi untuk menjaga kelancaran penyeberangan lintas Ketapang-Gilimanuk.

"Kami memahami ketidaknyamanan yang dirasakan pengguna jasa, dan saat ini ASDP bersama seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat penanganan agar antrean dapat segera terurai dan layanan kembali normal," ujar Windy dalam keterangannya di Banyuwangi, Jawa Timur, melansir Antara, Sabtu (4/4/2026).

Menurut dia, dalam pelabuhan percepatan dilakukan melalui pengaturan pola muatan yang lebih terstruktur, dermaga 1, 2, dan 3 difokuskan untuk kendaraan penumpang-roda dua, roda empat, dan bus, sedangkan dermaga 4 dan LCM dimaksimalkan untuk kendaraan logistik.

"Skema ini efektif mengurangi mixing conflict, sehingga proses bongkar muat kap menjadi lebih homogen, cepat, dan efisien," kata Windy.

 

Lakukan Optimalisasi Operasional

Sementara itu, General Manajer PT ASDP Cabang Ketapang Arief Eko menjelaskan, optimalisasi operasional juga dilakukan melalui penguatan ritme layanan kapal dan kesiapan fasilitas pendukung.

"Kami memastikan seluruh dermaga dan armada beroperasi maksimal dengan pola layanan yang lebih terarah, dan fokus kami adalah mempercepat waktu penyelesaian bongkar muat kapal agar antrean kendaraan dapat segera berkurang," ucap dia.

Arief menambahkan, pengendalian volume kendaraan juga diperkuat melalui optimalisasi buffer zone, di area Pusri difungsikan khusus untuk menampung hingga 150 truk sumbu tiga, sementara buffer zone Bulusan mampu menampung sekitar 600 unit truk campuran.

"Langkah ini menjaga agar kepadatan tidak langsung terakumulasi di dalam kawasan pelabuhan," jelas Arief.

Hingga Jumat 3 April 2026, antrean kendaraan dari arah utara (Situbondo-Banyuwangi) terpantau mencapai sekitar 7 km dari pintu masuk pelabuhan, didominasi kendaraan logistik.

Meski demikian, arus kendaraan dari tollgate menuju dermaga tetap bergerak dengan waktu tempuh berkisar 20 hingga 35 menit.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6