Update Gunung Semeru: Getaran Banjir Lahar Terjadi Hampir 4 Jam

Guyuran hujan deras di puncak Gunung Semeru mengakibatkan getaran banjir lahar dingin menerjang wilayah Kabupaten Lumajang selama hampir empat jam.

Diterbitkan 26 Februari 2026, 11:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Guyuran hujan deras di puncak Gunung Semeru mengakibatkan getaran banjir lahar dingin terekam menerjang wilayah Kabupaten Lumajang selama hampir empat jam, pada Kamis (26/2/2026) dini hari.

​Berdasarkan laporan resmi Pos Pengamatan Gunung Semeru, intensitas aktivitas vulkanik meningkat signifikan dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB. Petugas pengamat, Sigit Rian Alfian, mencatat durasi banjir yang cukup ekstrem.

​"Tercatat satu kali gempa getaran banjir dengan amplitudo 17 mm. Durasinya mencapai 13304 detik atau sekitar 3 jam 42 menit," ujar Sigit.

Selain terjangan lahar, instrumen seismik juga menangkap rangkaian kegempaan lainnya, 17 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 11-12 mm, 3 kali gempa guguran dan 1 kali gempa embusan.

​Secara visual, puncak Semeru saat ini tertutup kabut tebal dengan cuaca mendung hingga hujan, sehingga mempersulit pemantauan langsung arah asap kawah.

Berada pada  status Siaga atau level III, PVMBG mengeluarkan mandat keras bagi warga dan wisatawan untuk mengosongkan area berbahaya

 

Aliran Lahar Masih Terkendali

Di sektor tenggara larangan aktivitas total sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 km dari puncak. Sedangkan pada sempadan sungai, jarak aman minimal 509 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena risiko perluasan awan panas hingga 17 km

"Untuk radius puncak harus steril dalam radius 5 km dari kawah demi menghindari lontaran batu pijar," tambahnya.

​Meski debit air sungai meningkat drastis, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, memastikan bahwa hingga Kamis pagi, aliran lahar masih terkendali di dalam jalur sungai dan belum masuk ke pemukiman.

​"Kami terus memantau Sungai Regoyo. Warga di Dusun Sumberlangsep diminta tetap waspada namun tenang, karena sejauh ini aktivitas warga masih berjalan normal," tegas Isnugroho.

​Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi lahar susulan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) yang berhulu di Semeru, terutama di  Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.