Gunung Semeru Erupsi, Kolom Abu Membumbung 1 Kilometer di Atas Puncak

Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 171 detik.

Diterbitkan 30 Mei 2026, 20:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gunung Semeru erupsi 1 km pada Sabtu sore, terekam amplitudo 22 mm.
  • Status Semeru Level III (Siaga), larangan aktivitas di zona bahaya 13 km.
  • Waspadai awan panas, lahar, dan lontaran batu di sekitar puncak dan sungai.

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur mengalami erupsi dengan letusan setinggi 1 kilometer di atas puncak pada Sabtu petang.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 16.57 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1 km di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian seperti dilansir Antara, Sabtu (30/5).

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 171 detik.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak tiga kali pada Sabtu yakni pukul 01.04 WIB dengan visual letusan tidak teramati, kemudian pukul 04.53 WIB dengan visual letusan tidak teramati dan pukul 16.57 WIB dengan letusan mencapai 1 km di atas puncak.

Mukdas menjelaskan bahwa saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

 

Rawan

Ia mengatakan masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Perlu juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat," ujarnya.

Ia menambahkan, potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6