Gunung Semeru Erupsi 10 Kali dalam Sehari, Selasa 9 Juni 2026

Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer (km) di atas puncak pada Selasa siang (9/6/2026).

Diterbitkan 09 Juni 2026, 16:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur (Jatim) mengalami erupsi dengan tinggi letusan mencapai 1,2 kilometer (km) di atas puncak pada Selasa siang (9/6/2026).

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 12.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1,2 km di atas puncak atau 4.876 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ujar Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Lumajang, melansir Antara, Selasa (9/6/2026).

Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

"Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sebanyak 10 kali pada Selasa (9/6/2026) sejak pukul 04.43 hingga 12.47 WIB dengan ketinggian letusan teramati 600 meter hingga 1.200 meter di atas puncak," papar Liswanto.

Dia menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi masyarakat tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

 

Imbauan untuk Masyarakat

Liswanto mengatakan, di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," kata dia.

Liswanto meminta masyarakat mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," pungkas dia.