Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Hari ini, Waspada Potensi Lahar Dingin

Larangan total aktivitas dalam radius 5 kilometer, dari kawah/puncak guna menghindari risiko lontaran batu pijar.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 11:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang intens. Pada Jumat (22/5/2026) pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini dilaporkan mengalami erupsi beruntun dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak.

​Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa letusan pertama terdeteksi pada pukul 06.44 WIB.

​"Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke timur laut. Tinggi kolom letusan berada di kisaran 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," ungkap Liswanto

​Tak berselang lama, Semeru kembali mengalami erupsi susulan pada pukul 07.55 WIB. Namun, visual letusan kedua ini tidak dapat terpantau secara jelas karena puncak gunung tertutup kabut tebal.

​Saat ini, Gunung Semeru masih bertahan pada Status Level III Siaga. Mengingat erupsi yang masih terus berlangsung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan maklumat tegas terkait zona bahaya yang wajib dihindari masyarakat.

Di sektor tenggara harus steril dari segala aktivitas dalam radius 13 kilometer dari puncak. Sedangkan di sempadan sungai dilarang beraktivitas dalam jarak 509 meter, dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi menjadi jalur perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.

"Larangan total aktivitas dalam radius 5 kilometer, dari kawah/puncak guna menghindari risiko lontaran batu pijar," tambahnya

​Selain bahaya primer berupa awan panas guguran (APG), otoritas setempat juga meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir lahar dingin, terutama saat wilayah puncak diguyur hujan.

​Masyarakat yang berada di sekitar jalur sungai yang berhulu di puncak Semeru diminta tetap siaga. Khususnya di sepanjang aliran ​Besuk Kobokan, ​Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat dan anak-anak sungai kecil di sekitar Besuk Kobokan.