Modus Penyelundupan Narkoba Dibungkus Kue Bika Ambon Terbongkar, Kurir Ditangkap Depan Kantor Polisi

Narkoba jenis sabu seberat 2 kilogram dikemas rapi di dalam kotak oleh-oleh khas Medan, Bika Ambon.

Diterbitkan 18 Februari 2026, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi membongkar modus penyelundupan 2 kilogram narkoba jenis sabu yang dikemas rapi di dalam kotak oleh-oleh khas Medan, Bika Ambon. Penangkapan ini terjadi tepat di depan markas kepolisian, yakni di Jalan MH Thamrin, Rantau Prapat, persis di depan Polres Labuhanbatu.

Polisi awalnya mengantongi ciri-ciri bus yang ditumpangi pelaku. Saat Bus Fajar Riau melintas, petugas langsung melakukan pengadangan. Dari hasil penggeledahan terhadap penumpang bernama Ahmad Robinsyah (49), polisi menemukan sebuah kotak kue Bika Ambon Ayu berwarna cokelat.

Alih-alih berisi makanan manis, di dalamnya terselip 2 bungkus besar narkotika jenis sabu dikemas menggunakan bungkus teh Cina merek Guan Yin Wang warna hijau bintang lima.

Berdasarkan hasil interogasi, Ahmad mengaku diperintahkan oleh seseorang bernama Rizki (DPO) untuk mengantar barang haram tersebut ke Muaro Bungo, Jambi.

"Apabila berhasil sampai ke tujuan, pelaku dijanjikan upah sebesar Rp15 juta," ungkap Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Andy Arisandi, Rabu (18/2/2026).

Petugas juga melakukan pengembangan hingga ke rumah sang koordinator lapangan, Zulhamudin (40), di Komplek River Valley, Namorambe, Deli Serdang.

Ada Bos Besar jadi Buronan

Di lokasi ini, polisi menemukan kejutan yang lebih besar. Hasil Penggeledahan di Rumah Zulhamudin ditemukan 6 kilogram sabu tambahan berhasil disita. Zulhamudin mengaku bekerja di bawah kendali seorang bos besar bernama Abujay (DPO).

Dia menerima upah Rp4 juta per kilogram untuk setiap sabu yang diedarkan. Total barang bukti yang diamankan dari jaringan ini mencapai 8 kilogram sabu.

“Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Polda Sumut, sementara petugas masih memburu sosok Abujay yang diduga sebagai otak di balik jaringan antar-provinsi ini,” pungkasnya.