Tawuran Berdarah di Medan Belawan, 1 Orang Tewas Tertembak

Tawuran kembali pecah di Medan Belawan. Pebri (20), warga Jalan Udang, Kelurahan Pekan Labuhan, dilaporkan tewas setelah terkena tembakan.

Diterbitkan 16 Februari 2026, 20:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Medan Belawan - Tawuran membuat kawasan Medan Belawan kembali mencekam. Seorang pemuda bernama Pebri (20), warga Jalan Udang, Kelurahan Pekan Labuhan, dilaporkan tewas setelah terkena tembakan senapan angin dalam bentrokan maut yang pecah pada Senin dini hari (16/2/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga sekitar, peristiwa ini bermula saat korban bersama kelompok rekan-rekannya bergerak menuju kawasan Kampung Kolam, Kelurahan Belawan Bahagia. Lokasi tersebut diduga merupakan area peredaran narkotika di kawasan Pajak Baru.

"Korban dan teman-temannya pergi ke Belawan untuk menyerang kelompok pemuda di sana," ujar Jamilah (50), salah seorang warga setempat.

Namun, sebelum sempat melancarkan serangan, Pebri justru menjadi sasaran tembak. Sebutir peluru senapan angin bersarang di tubuhnya, membuatnya langsung ambruk di lokasi kejadian. 

Rekan-rekan korban sempat melarikannya ke rumah sakit terdekat, namun nyawa pemuda malang tersebut tidak tertolong sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Kepergian Pebri menyisakan duka mendalam bagi sang nenek, Sopiyah (65). Selama ini, Pebri tinggal dan dibesarkan oleh neneknya lantaran sang ibu tengah mengadu nasib sebagai Pekerja Rumah Tangga (PRT) di Malaysia.

Sopiyah menceritakan bahwa jenazah cucunya diantarkan menggunakan ambulans ke rumah duka pada malam kejadian. 

"Kawan-kawannya bilang dia tewas ditembak di Kampung Kolam," ungkapnya dengan nada lirih.

 

Keluarga Tuntut Keadilan

Tak terima dengan kejadian ini, pihak keluarga telah resmi membuat laporan pengaduan ke Polres Pelabuhan Belawan. Mereka berharap pihak kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus penembakan ini.

"Kami berharap petugas segera menangkap pelaku penembakan. Jangan sampai ada korban jiwa lagi akibat pertikaian seperti ini," tegas pihak keluarga dan warga sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengidentifikasi pelaku dan meredam potensi bentrok susulan di wilayah tersebut.